Produk Pertanian Jatim Menurun

Produk Pertanian Jatim Menurun

 

Besaran produksi aneka hasil pertanian di Jatim berdasarkan angka sementara (ASEM) Tahun 2013 mengalami penurunan. Ini disebabkan tingkat produktivitas maupun luas lahan sejumlah komoditas di provinsi ini kian berkurang.

“Ada yang produksinya turun karena luas lahan berkurang dan ada yang disebabkan penurunan produktivitas,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jatim M Sairi Hasbullah di Surabaya, Rabu (5/3/2014).

Angka Sementara (ASEM) 2013 produksi padi Jatim sebesar 12,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2012 (ATAP) terjadi penurunan produksi sebanyak 149,36 ribu ton (-1,22 persen).

“Penurunan produksi padi ini disebabkan penurunan tingkat produktivitas sebesar 2,59 kuintal/hektar (-4,20 persen). Padahal, terjadi kenaikan pada luas panen sebesar 61,30 ribu hektar (3,10 persen),” tuturnya.

Selain itu, jelas dia, Angka Sementara (ASEM) 2013 produksi jagung di Jawa Timur sebesar 5,76 juta ton Pipilan Kering. Pencapaian itu jika dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2012 (ATAP), terjadi penurunan produksi sebesar 534,34 ribu ton (-8,49 persen).

“Faktor penurunan produksi jagung ini disebabkan turunnya luas panen sebesar 32,98 ribu hektare (-2,68 persen) dan tingkat produktivitas sebesar 3,05 kuintal/hektare (-5,97 persen),” ujarnya.

Sementara itu, tambah dia, Angka Sementara (ASEM) 2013 produksi kedelai Jawa Timur sebesar 329,46 ribu ton Biji Kering. Kalau dibandingkan dengan produksi kedelai tahun 2012 (ATAP) terjadi penurunan produksi sebanyak 32,52 ribu ton (-8,99 persen).

“Untuk penurunan produksi kedelai lebih dikarenakan turunnya luas panen sebesar 10,20 ribu hektar (-4,62 persen). Bahkan, tingkat produktivitas juga turun sebesar 0,75 kuintal/hektar (-4,58 persen),” katanya. (ram)