Produk Kartini Bordir Diminati Desainer Kondang Indonesia

Produk Kartini Bordir Diminati Desainer Kondang Indonesia

Kartini Hari Asih mampu pasarkan produknya ke luar pulau, bahkan sampai ke luar negeri. foto: arya wiraraja/enciety.co

Setelah menikah dan menjadi ibu rumah tangga, Kartini Hari Asih memutuskan menjadi pelaku usaha kecil menengah (UKM) di bidang handicraft. Tepatnya pada tahun 2010, dia aktif menjadi pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah tempat tinggalnya.

Usaha rumahan yang dirintisnya berjalan apa adanya. Biasanya dia melayani pesanan, ikut pameran atau bazar. Suatu ketika, Kartini diajak temannya ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Surabaya.

“Awalnya saya hanya ikut-ikutan. Saat itu, ada pelatihan membuat kain bordir dari limbah kain perca. Saya tertarik dan mulai merintis menjadi pelaku UKM dengan mendirikan usaha UKM Kartini Bordir,” terang dia kepada enciety co ketika ditemui di rumahnya yang juga menjadi bengkel produksinya, di Jalan Kedurus 4C, Surabaya.

produk-kartini-bordir-1 produk-kartini-bordir-2

Dengan modal Rp 1 juta dia mulai membuat berbagai tas yang terbuat dari bahan sisa atau kain perca. Kebetulan di lingkungannya banyak ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjahit, namun mereka kesulitan mengolah limbah sisa kain jahitan yang mereka kerjakan.

“Kebanyakan kain-kain tersebut dibuang karena tidak bisa dipakai. Saya dan teman-teman melihat limbah itu merupakan sebagai peluang bisnis yang menggiurkan,” urai dia.

Kegiatan tersebut ia lakukan kurang lebih setahun. Pada tahun 2011, dengan semangat pantang menyerah, Kartini membeli mesin bordir dan menambah mesin jahit. “Saya beli mesin bordir dari uang tabungan. Saya juga dapat mempekerjakan tiga pegawai yang dibayar dengan hitungan produk jahitan tas yang dapat mereka produksi,” tuturnya.