Produk Industri Sumbang Eskpor 66,05 Persen

Produk Industri Sumbang Eskpor 66,05 Persen

Ekspor produk industri pada triwulan I-2014 sebesar USD 29,27 miliar, mengalami kenaikan tipis sebesar 3,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Ekspor produk industri memberikan kontribusi sebesar 66,05 persen dari total ekspor nasional.

Defisit neraca perdagangan produk industri telah ditekan sebesar 87,8 persen, dari USD3,87 miliar pada triwulan I-2013 menjadi USD 473,8 juta pada triwulan I-2014.

“Hal ini dikarenakan terjadi surplus masing-masing sebesar USD173,9 juta pada Februari 2014 dan USD 416,2 juta pada Maret 2014, dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dan para stakeholder industri, kita cukup optimistis bahwa kinerja perdagangan produk industri akan semakin positif,” jelas Waki Menperin  alex SW Retraubun di Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Di sisi lain, kinerja investasi sektor industri masih perlu untuk ditingkatkan lagi. Investasi PMDN mencapai Rp11,11 triliun atau meningkat tipis sebesar 1,73 persen. Sedangkan investasi PMA sebesar USD 3,49 milyar atau menurun 23,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

“Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita, mengingat investasi menjadi salah satu motor pendorong pertumbuhan yang sekaligus menyerap tenaga kerja di sektor industri,” jelasnya

“Cabang industri yang tumbuh tinggi, di antaranya Industri Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 9,47 persen, Industri Alat Angkut, Mesin & Peralatannya sebesar 6,03 persen persen serta Industri Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya sebesar 5,17 persen,” pungkasnya. (lp6/ram)