Produk Ecoprint Kain Kagunan Diminati Wali Kota Risma

Produk Ecoprint Kain Kagunan Diminati Wali Kota Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeli produk kain kgunan di Surabaya Great Expo 2018 di Atrium Mall Grand City.foto:ist

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi perhatian besar terhadap perkembangan dunia fashion. Salah satunua, dia kepincut dengan produk hasil seni ecoprint.

Hal itu terkuak setelah wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, menghadiri Surabaya Great Expo 2018 di Atrium Mall Grand City, Jumat (10/8/2018) lalu. Saat itu, usai membuka pameran, Wali Kota Risma berkeliling melihat produk-produk yang dipasarkan di stan-stan pelaku usaha.

Ketika melintas di stan di Kagunan Kain Indonesia, Wali Kota Risma lantas mendekat. Dia kemudian melihat satu per satu kain hasil ecoprint . Sesaat, dia pun berucap, “Lha.. ngene lho nggae karya iku (Begini kalau membuat karya itu, red).”

Tanpa berpikir panjang, Wali Kota Risma membeli produk tersebut. Belakangan diketahui, produk yang dibeli wali kota yang sarat prestasi dunia ini,  adalah kain hasil ecoprint bahan sutra, panjangnya 2,5 meter. Harganya Rp 1,6 juta. Kain tersebut dari daun jati, kayu, putih, mahoni, dan pewarna secang.

“Itu memang salah satu produk terbaik kami,” kata Narsih Setyawan atau yang karib disapa Bunda Awang, pemilik Kagunan Kain Indonesia, kepada enciety.co, Selasa (14/8/2018).

Dia lalu menjelaskan, kain kagunan adalah seni ecoprint yang menggunakan pewarna alam dan daun-daunan asli sebagai motifnya. “Saya memprosesnya secara tradisional, sehingga setiap detailnya berbeda,” tegas perempuan yang selalu menggunakan busana hitam-hitam ini.

Produk Ecoprint Kain Kagunan Diminati Wali Kota Risma
Narsih Setyawan alias Bunda Awang

Bunda Awang mengaku merintis usaha kain kagunan sejak tahun 2015. Ceritanya, dia tidak sengaja menemukan teknik pounding daun saat mempelajari ecoprint. “Saya benar-benar jatuh cinta selama belajar, hingga memproduksi dan memasarkannya sampai sekarang,” tutur Bunda Awang yang tahun ini bergabung dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya.

Untuk produksi kain kagunan , Bunda Awang dibantu empat pegawai . Selain mengikuti pameran, dia juga memasarkan produk-produk buatannya melalui online. Baik di marketplace maupun di media sosial. Harganya berkisar Rp 750 ribu sampai Rp 1,6 juta per lembar.

“Saya berharap mampu membawa brand Kagunan Kain Indonesia yang fokus pada penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan. Selain itu, saya ingin seni olah kain ecoprint bisa mendapatkan tempat di industri fashion di Tanah Air,” pungkasnya. (wh)