Produk Echo Green Taiwan Banjiri Pasar Jatim

 

Produk Echo Green Taiwan Banjiri Pasar Jatim

Indonesia menjadi bidikan sejumlah produk echo green asal Taiwan tahun ini. Setidaknya hal itu dibuktikan dari pameran bertajuk “Taiwan Green Products Pavilion”  di Grand City Mall Surabaya, mulai Selasa (20/5/2014) hingga 24 Mei mendatang.

Dalam pemeran ini, produk echo green yang dipamerkan merupakan produk ramah lingkungan. “Ada 40 produk yang kami pamerkan. Produk itu berasal dari 13 brand dari Taiwan,” kata Project Manager Taiwan Trande Centre Taipei, Allison Woi di sela-sela pameran.

Allison mengatakan, semua produk echo green yang didatangkan ini sudah berkembang di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Tetapi produk ini belum diminati di Taiwan. Ini karena kesadaran untuk ramah lingkungan masih rendah. 

Sedangkan di Eropa dan AS, produk ini tidak sulit ditemukan. Pasalnya, di negara-negara Eropa kesadaran dalam mencintai lingkungan sudah tinggi. Di antara produk yang dipamerkan adalah baju atau kain yang berasal dari ampas kopi, shampo, lampu, dan kebutuhan kecantikan.

“Untuk shampo, bahan bekas kalau ditanam dalam tanah dengan jangka waktu 6 bulan bisa tumbuh tumbuhan. Di sana sudah dikasih biji-bijian dari berbagai tanaman,” paparnya.

Alisson menambahkan, dalam pameran ini target yang ditetapkan bukan mencari pelanggan dengan nominal tertentu. Tetapi menunjukan kepada masyarakat kalau Taiwan memiliki produk ramah lingkungan. Selain itu, pameran ini juga memberi peluang kepada pengusaha yang tertarik untuk mengembangkan produk asal Taiwan ke Indonesia.

Pasalnya, dari kajian yang dilakukan, potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Apalagi untuk Jatim, pameran ini digelar yang pertama kali di Surabaya.

Menurut dia, Jatim memiliki market yang sangat menjanjikan. “Setelah dari Surabaya, pameran akan dilanjutkan ke Shanghai, Cina pada 3-7 Juli 2014, kemudian Bangkok Thailand,” jelas dia.

Sementara Tony Lin, Director of Taiwan Trade Center Jakarta, menegaskan jika secara produk kualitas yang ditunjukan sangat menjanjikan. Apalagi, harga yang dipatok tidak terlalu tinggi, yakni kurang dari Rp 100 ribu. Dengan harga ini, maka produk-produk asal Taiwan ini diyakini bisa diterima masyarakat Indonesia.

“Kami percaya produk-produk kami bisa diterima dengan baik oleh konsumen-konsumen Indonesia,” katanya.

Dalam pemeran ini, ada 13 merek yang terlibat, di antaranya Da Ai dan Sungtex yang mewakili Green Textile, Crosscarf, Just Power, Kenyo dan Blocky untuk lampu LED yang kreatif, Ming Cycle dan Pacific Cycle mewakili sepeda, Pla Studio, Chen ong Earth System untuk peralatan rumah tangga, dan Topper Sun untuk solar products.

“Produk-produk ini telah diakui dunia. Bahkan, mulai 2008 hingga 2013 nilai produk meningkat 160 persen,” papar dia. (wh)