Pro Prabowo Laporkan Polrestabes Surabaya ke Presiden

Pro Prabowo Lapor Polrestabes Surabaya ke Presiden
PAGAR HIDUP: Para pendukung Prabowo-Hatta mengepung KPU Jatim. avit hidayat/enciety.co

Pasca insiden bentrok dengan polisi di KPU Jatim, Rabu (6/8/2014), pendukung Prabowo-Hatta bakal melaporkan aksi kekerasan yang dilakukan aparat Polrestabes Surabaya.

“Kami akan melaporkan kejadian ini kepada Kapolri, Komnas Hak Asasi Manusia, dan Presiden. Bahwa kebebasan berpendapat kami dikekang,” tegas Soepriyatno, koordinator Aksi.

Pria yang juga anggota DPR RI itu mengatakan, pihaknya sejatinya akan melakukan aksi damai di depan kantor KPU Jatim. “Hanya menyampaikan aspirasi. Ternyata kami dilawan dan dipukuli,” ujarnya lagi.

Menurut Soepriyatno, sebelumnya ia telah melakukan negosiasi dengan polisi agar tidak terjadi tindakan anarkis. “Tapi kami justru ditodong dengan water cannon dan ratusan polisi dengan pentungan,” katanya.

Ia mengaku, dari kejadian tersebut setidaknya puluhan massanya terkena imbas dari aksi brutal yang dilakukan oleh polisi. “Ini adalah pelanggaran berat. Pelanggaran terhadap demokrasi,” teriaknya.

Soepriyatno juga menyesalkan, aksi yang dijadwalkan berakhir damai tersebut bubar setelah massa kecewa dengan sikap polisi. “Kami sudah mengatakan, kami menjamin bahwa tidak akan terjadi anarkis. Karena sudah seperti ini, kami akan menuntut pihak kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta yang memimpin aksi pengamanan kantor KPU Jatim menjelaskan, pihaknya telah bertindak sesuai dengan protap dan aturan yang berlaku.

“Katanya ada negosiasi itu dalam konteks apa? Kami sudah menetapkan aturan 100 meter barikade dari kantor KPU. Sedangkan massa ingin masuk depan kantor KPU Jatim,” bebernya.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika pendukung Prabowo-Hatta melakukan gugatan ke Komnas Ham dan Presiden terkait tindakan reperesif tersebut. “Silakan, semua orang punya hak untuk berdemokrasi,” tandasnya. (wh)