Presiden PKS Menentang Keras Hukum Mati Koruptor

Presiden PKS Menentang Keras Hukum Mati KoruptorWacana hukuman mati bagi koruptor terus menggelinding. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku setuju atas usulan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2002-2008 Jimly Asshiddiqie untuk menghukum mati pejabat tinggi yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Abraham menilai, para pejabat tinggi melakukan tindak pidana korupsi karena keserakahan bukan karena kebutuhan sehingga tata cara penanganannya harus berbeda.

Namun lain halnya dengan Presiden PKS Anis Mata. Dia menentang keras adanya wacana hukuman mati bagi koruptor di negeri ini. Menurutnya hukuman mati di Indonesia, belum bisa dimasukkan ke dalam akal pikiran masyarakat. Sehingga dengan tegas Anis Mata mengatakan dirinya akan menolak jika ada hukuman mati bagi pelaku koruptor.

“Saya tidak setuju jika ada hukuman mati bagi koruptor, karena bagi saya nyawa lebih berharga daripada harta,”ujar Presiden PKS saat ditanya seorang mahasiswa mengenai wacana hukuman mati bagi koruptor saat acara dialog kebangsaan di Kampus UIN Suska Sabtu (14/12/2013).

Selain itu menurut dalam pandangan petinggi PKS ini, nyawa lebih berharga daripada harta, keberadaan dalil dalam agama juga tidak ditemukan adanya hukuman mati bagi koruptor.

“Tidak ada dalil agama manapun, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha dan agama apa saja. Tuhan saja memberikan hukuman bagi pencuri itu hanya potong tangan saja,”jelas Anis Mata.

Menurut Anis Mata, adanya wacana hukuman mati bagi koruptor ini bukan menyelesaikan masalah namun karena tendensius popularitas sebagian pihak saja.(tribun/wh)