Presiden Bakal Robak Organisasi Bulog

Presiden Bakal Robak Organisasi Bulog

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemerintah akan segera merombak fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyangga pangan strategis nasional.

“Kami ingin segera merombak fungsi Bulog bukan hanya sebagai penyangga beras, tetapi komoditas lain. Ini masih dalam proses regulasi dan kelembagaan,” kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Presiden mengatakan, Bulog akan menjaga ketersediaan sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi nasional. Sehingga, lanjut Jokowi, saat inflasi dari komponen administered meningkat, lumbung Bulog bisa mengisi pasar.

“Sudah saya sampaikan banyak penyebab inflasi, seperti kenaikan harga BBM, tarif listrik, tarif angkutan dan harga elpiji. Paling banyak menyumbang inflasi adalah beras, cabai, bawang merah, daging ayam dan sapi,” paparnya.

Lantaran hanya Bulog yang menjadi penyangga ketersediaan beras, maka kata Jokowi, pemerintah daerah diminta untuk mengalokasikan anggaran untuk lebih rutin menggelar operasi pasar.

“Saya kira semua provinsi dan kabupaten/kota bisa menaruh anggaran untuk operasi pasar. Karena, sekarang ini yang melakukan operasi pasar hanya Bulog. Kalau pemerintah daerah ikut melakukan, maka inflasi akan rendah,” pungkasnya.

Kesempatan berbeda, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan,keinginan Presiden merombak peran dan fungsi Bulog sebagai penyangga pangan utama nasional berarti mengembalikan lembaga sebelum era krisis moneter 1998 lalu.

“Sekarang merasa dibutuhkan kembali peran Bulog, tapi kita tentu harus menyiapkan secara hati-hati,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlahan akan mengembalikan peran Bulog untuk mengatur dan menjaga stabilitas harga seluruh komoditas pangan. Namun untuk tahap awal, pemerintah baru akan menambah satu hingga dua komoditas yang akan diserahkan kewenangannya kepada lembaga pimpinan Lenny Sugihat ini.

“Kemudian kita perbaiki governance-nya, kita perbaiki manajemennya, sehingga dengan demikian Bulog bisa berperan sebagai penyangga dan stabilisasi harga,” imbuh dia.

Mantan menteri BUMN ini menjelaskan, kendati kewenangan Bulog akan dilimpahkan untuk menjaga seluruh komoditas pangan, namun tetap dengan peranan sebagaimana layaknya perusahaan, dengan catatan tugasnya untuk menyangga dan menstabilkan harga komoditas tersebut.

“Kita perlu hati-hati memperbaiki governance, perbaiki manajemen, penyiapan dana, sehingga bisa berperan sebagaimana layaknya perusahaan, tapi tugasnya penyangga,” jelasnya.

Sementara, mengenai usulan Bulog dilebur ke lembaga otoritas keamanan pangan, sambung Sofyan, pendekatan korporasi akan jauh lebih baik dibanding pendekatan birokrasi. Sebab, jika menggunakan pendekatan birokrasi akan terlalu banyak distorsinya.

“Tapi kalau pendekatan korporasi, Bulog bagaimanapun sudah punya pengalaman cukup lama, tinggal kita perbaiki saja dengan menambah modal dan menambah barang yang mereka kelola,” jelas dia.

Sofyan juga menambahkan, tentunya juga dibutuhkan anggaran tambahan subsidi termasuk margin yang memadai sepertihalnya BUMN lain ketika diberikan penugasan. (ant/wh)