April 2014, Prakualifikasi Megaproyek MRT Surabaya

April 2014, Prakualifikasi Megaproyek MRT Surabaya

Tahap demi tahap megaproyek Mass Rapid Transit (MRT) atau Angkutan Massal Cepat Surabaya dilalui. Sebanyak 60 investor asing dan lokal sudah menghadiri market sounding pada 17 Desember 2013 lalu. Tahap berikutnya, prakualifikasi akan digelar April 2014.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Lelang Proyek MRT Dedi Irianto, Kamis (6/2/2014). “Ya, tahap berikutnya adalah prakualifikasi bulan depan (April, Red). Nanti bulan Agustus masuk beauty contest, baru pengumuman pemenang lelang pada Desember,” jelasnya kepada enciety.co, Kamis (6/2/2014).

Pria yang juga menjabat Kepala Bina Program Pemkot Surabaya itu menjelaskan, pada tahap prakualifikasi, pemkot akan kembali mengundang para kontraktor yang berminat pada proyek ini. “Nanti kami beri arahan apa yang akan dilakukan investor di tahap beauty contest atau kualifikasi,” ujarnya.

Investor yang sudah mendaftar akan dinilai dan dievaluasi berdasar guidelines yang ditetapkan pemkot. Jika lolos tahap prakualifikasi, para investor tersebut bisa lanjut ke tahap lelang fisik dengan memberikan penawaran harga untuk pembangunan MRT.

Dedi mengungkapkan, pesona proyek MRT Surabaya seakan tak bakal pudar. Antusiasme investor asing terus berdatangan. Dari tahap market sounding, lebih 50 persen peserta yang datang adalah direktur. Sisanya, perwakilan dari perusahaan investor “Ini membuktikan mereka yang hadir benar-benar memandang MRT Surabaya tak main-main,” ucapnya.

Dedi optimistis proyek bernilai Rp 8,8 triliun itu akan terus berjalan, meski belum mendapat kepastian besaran anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat. Sebab, sejak awal pemkot telah mengambil ancang-ancang menggelar lelang kepada investor swasta.

“Kami tidak mau berangan-angan. Prosesnya jalan saja terus (lelang dengan investor swasta, Red). Kalau jadi, ya alhamdulillah,” cetusnya.

Terpisah, Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan akan kembali ke Jakarta untuk mengurus beberapa hal, termasuk pembiayaan MRT. Sebab sebelumnya, ia mendapat kabar Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tertarik membiayai MRT Surabaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Katanya sih dapat pembiayaan penuh, tapi masih akan dibicarakan lagi. Nanti saya mau ke Jakarta lagi untuk menanyakan, sambil mengurus yang lain-lain,” kata Risma.(wh)