Praktik Membuat Kimchi Menu Appetizer Khas Korea

Praktih Membuat Kimchi Menu Appetizer Khas Korea

Pelatihan Pejuang Muda Surabaya cluster makanan & minuman di Kaza City Mall, Sabtu (11/3/2017). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Setelah sebelumnya menggelar pelatihan cara membuat kimchi menu appetizer khas Korea, kali ini dalam pelatihan Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (11/3/2017), para anak muda dibimbing untuk praktik membuat menu tersebut.

Chef Titin Triwahyuningsih, mentor pelatihan Pejuang Muda Surabaya cluster makanan & minuman, menjelaskan bahwa kali ini ia telah membagi 48 para anak muda yang ikut dalam pelatihan tersebut ke dalam 5 kelompok.

“Satu kelompok berisikan 8-9 orang peserta pelatihan,” ujar dia, disela pelatihan.

Setelah mendapatkan beberapa intruksi singkat dari Chef Titin, dengan cekatan para peserta pelatihan langsung mempraktikkan langkah-langkah yang telah dijelaskan oleh staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) itu.

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Cara membuatnya terbilang mudah. Setelah sayuran diberi bumbu dan digarami lalu didiamkan lebih dari empat jam. Kemudian cuci kembali sawi dengan air yang mengalir sampai benar-benar bersih agar tidak ada garam yang tertinggal.

“Setidaknya cuci sayuran hingga tiga kali,” papar dia kepada puluhan anak muda peserta pelatihan.

Dalam waktu kurang lebih sekitar 1,5 jam, mereka meramu resep yang telah diajarkan tersebut. Kata Titin, dalam pelatihan kali ini, ia menilai kelompok yang dapat mempraktikkan cara meramu resep yang ia tularkan dengan sempurna.

“Saya akan menilai tinggi untuk kelompok yang dapat mempraktikkan teknik pencampuran bahan-bahan dasar yang digunakan. Karena jika tekniknya salah, hasil produk kimchi itu nanti bakal tidak nikmat,” ulas Titin.

Setelah selesai praktik, Titin menjelaskan, bahwa dalam pelatihan praktik tersebut sekitar 80 peserta telah mahir dalam mempraktikkan teknik menciptakan menu khas negeri gingseng tersebut. “Rata-rata mereka telah mahir. Namun, pesan saya, mereka harus banyak berlatih agar resep masakan yang telah diajarkan ini tidak lupa dan dapat bermanfaat memajukan usaha yang mereka lakoni,” pungkas Titin. (wh)