Prajurit Intai Amfibi Bebaskan Sandera di Gua Kikik Lampon

Prajurit Intai Amfibi Bebaskan Sandera di Gua Kikik Lampon

Suasana pagi hari di pantai selatan Banyuwangi, Jawa Timur, khususnya Desa Purwosari, Bulu Agung dan di sekitar Gua Kikik Lampon, Minggu (18/9/2016), tidak seperti biasanya. Pagi itu suasana desa di tepi pantai Lampon, Banyuwangi yang biasanya ramai oleh warga yang berangkat ke kebun buah naga dan ke laut untuk mencari ikan tersebut begitu sepi dan tidak ada aktifitas para warga. Penyebab sepinya desa Purwosari, Bulu Agung  yang berada di pesisir selatan Banyuwangi tersebut telah dikuasai Gerakan Republik Banyuwangi Merdeka (GRBM) dibawah pimpinan Oseng Rambo yang mengendalikan pasukannya dari tempat persembunyian.

Untuk mempertahankan wilayah teritorialnya, GRBM memanfaatkan daerah strategis yang berada di pesisir pantai selatan Bayuwangi terutama di daerah Gua Kikik dan desa Purwosari, Bulu Agung. Mereka mendirikan pos pantau dan aktif berpatroli melakukan penggalangan terhadap masyarakat pesisir untuk menanamkan antipati terhadap pemerintah NKRI terutama kepada TNI.

Senjata yang mereka miliki campuran, yang terdiri dari Pistol P.226, M16A4 dan Styer. Seragam yang mereka gunakan berupa loreng campuran, kaos coklat dan topi rimba coklat. Sebulan yang lalu, GBM menculik seorang tokoh masyarakat karena dianggap sebagai orang yang menghasut untuk melakukan perlawanan dan sesuai data dari intelijen, korban masih hidup.

Dengan adanya kejadian tersebut, prajurit Intai Amfibi Korps Marinir bekerjasama dengan Tim Operation Detachment Alfa (ODA) 1216 Special Force US Army mendapat perintah dari satuan atas untuk membebaskan tokoh masyarakat tersebut dari GRBM.

Komandan Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir Letkol Marinir Rivelson Saragih menurunkan empat Tim dibawah pimpinan Letda Marinir Achtizen untuk melaksanakan tugas tersebut. Setelah melakukan perencanaan yang matang, prajurit Intai Amfibi Korps Marinir dan Tim ODA 1216 yang menempati Posko di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Lampon, Banyuwangi, melaksanakan tugas tersebut dengan dibagi menjadi dua. Dua Tim Penyerbu dan satu Tim Sniper (Tim 1) yang bekerja sama dengan satu unit Hely Bell 412 HU 410 milik Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal dengan pilot Kapten Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Alfert melaksanakan serbuan dan penghancuran Sasaran 1 yang berada di sekitar Gua Kikik. Sedangkan dua Tim Penyerbu lainnya dibantu satu Tim Sniper (Tim 2) membebaskan sandera yang disekap di gudang perbekalan musuh (Sasaran 2), setelah sebelumnya melaksanakan patrol tempur jarak jauh.