Prabowo Kalah di MK, Pendukungnya Masuk Rumah Sakit

 

Prabowo Kalah di MK, Pendukungnya  Masuk Rumah Sakit

Hasil pahit tak hanya diterima pasangan Capres Prabowo-Hatta di ruang sidang Mahkamah Konstitusi. Di luar, puluhan pendukungnya juga masuk rumah sakit karena bentrok dengan Polisi.

Tim dari Koalisi Merah putih yang diwakili oleh Mayor Jenderal Purnawan Asril Hamzah melakukan pengecekan korban luka terkait kericuhan yang melibatkan pendukungnya dan pihak kepolisian.  “Saya lagi mengecek langsung ada empat rumah sakit, di RSPGI Cikini ada satu korban, di RSCM 12 orang, Budi Kemulian ada 20 dan Tarakan ada tujuh korban,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (21/8/2014).

Sementara untuk luka-luka yang diderita korban mulai dari memar, patah tulang akibat terinjak-injak dan luka tembak peluru karet.

“Ada tiga korban luka tembak, dan rencananya semua korban akan kami pindahkan ke RSPAD Gatot Subroto,” ujarnya.

Dia melanjutkan, seluruh korban luka menjadi tanggung jawab dari tim koalisi merah putih. “Semuanya kita tanggung, tapi kita saat ini masih melakukan pendataan,” tukasnya.

Selanjutnya, bila sudah terdata baru akan dipindahkan ke RSPAD. Menurutnya, pihaknya meyakinkan peluru karet digunakan dalam pembubaran massa bahkan pihaknya memegang bukti terkait hal tersebut.

Ditempat terpisah, Polda Metro Jaya membantah adanya isu yang beredar soal korban luka tembak dari massa pendukung Prabowo Subianto saat aksi di Bundaran Patung Kuda.

“Tidak ada korban luka tembak, hanya terkena gas air mata saja,” ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Dwi Priyatno saat dihubungi wartawan.

Dwi menegaskan, pihaknya tidak menggunakan senjata dalam pembubaran massa pendukungnya di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, siang tadi. Dalam upaya pengamanan massa pendemo, pihak kepolisian. (snd/ram)