PPSDS Jatim Minta Standarisasi Kapal Pengangkut Sapi

 

PPSDS Jatim Minta Standarisasi Kapal Pengangkut Sapi

Menyikapi adanya kematian 13 sapi di atas kapal beberapa waktu yang lalu, membuat Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim meminta agar Dinas Peternakan (Disnak )Jatim memberlakukan standarisasi kapal pengangkut sapi.

Diakui Ketua PPSDS Jatim Muthowif, selama ini belum adanya standarisasi yang jelas terkait kelayakan kapal pengangkut sapi. Karena menurutnya ini sangat penting bagi keselamatan sapi dalam perjalanan.

“Sampai saat ini saya belum melihat ada tata niaga transportasi yang dilakukan pihak Disnak Jatim. Akibatnya selama bertahun-tahun menjelang Idul Adha banyak sapi yang mati di atas kapal,” bebernya kepada enciety.co, Minggu (21/9/2014).

Dari pantauan Muthowif selama ini tim ekspedisi kapal pengangkut sapi bahkan tidak mempunyai dokter hewan. “Padahal jika merujuk standar yang diterapkan Australia. Setiap kapal ekspedisi harus memiliki sedikitnya satu dokter hewan,” ujarnya.

Karena itu, Jatim yang mengklaim sebagai penyumbang 30 persen kebutuhan sapi nasional harusnya menerapkan standar pengiriman sapi baik dari darat maupun laut. “Disnak Jatim harus membuat rancangan tata niaga ini,” harapnya.

Hal ini, menurut Muthowif, juga sebagai jaminan agar pihak ekspedisi pengangkut sapi bertanggung jawab terhadap keselamatan sapi. Termasuk jika terjadi kematian sapi di atas kapal, pihak tim ekspedisi harus mengganti rugi.

“Ini kasihan masyarakat petani sapi yang ada di Bima, (NTT). Tanpa adanya asuransi, mereka harus menanggung kerugian sendiri atas kematian sapinya di atas kapal,” ujarnya.

Terlebih menjelang Idul Adha pada 5 Oktober mendatang, dipastikan transportasi pengiriman sapi akan semakin padat. Khususnya aktivitas bongkar-muat sapi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Padahal pelabuhan itu sering digunakan transit sapi. Harusnya juga ada pembenahan incfrastruktur cek point sapi, agar kejadian matinya sapi di atas kapal bisa ditekan,” paparnya. (wh)