Potensi Wisatawan Asing ke Jatim Terancam Turun

 

Potensi Wisatawan Asing ke Jatim Terancam Turun

Seiring kian memanasnya konflik Thailand, sejumlah negara seperti Singapura, Amerika Serikat dan Australia telah mengeluarkan “travel warning” atau peringatan perjalanan wisata ke Thailand.

Peringatan tersebut menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Tour dan Travel (Asita) Jawa Timur, Nanik Sutaningtyas harusnya menjadi peluang Jawa Timur untuk bisa menarik wisatawan asing atau mancanega (wisman) untuk mengalihkan perjalanan wisata mereka dari Thailand ke Jatim. Namun peluang tersebut akhirnya hilang akibat kebijakan yang timpang.

“Ada beberapa kebijakan yang tidak berpihak kepada dunia pariwisata yang menyebabkan kesempatan tersebut hilang. Salah satu faktor dominan yang menyebabkan wisman kurang tertarik berwisata ke Jatim adalah kenaikan harga tiket kawasan wisata Bromo yang cukup fantastis,” kata Nanik ketika dikonfirmasi.

Menurut Nanik, Bromo adalah destinasi andalan Jatim, bahkan yang terlaris dibanding destinasi wisata alam lainnya. Sementara sejak 5 Mei 2014 kemarin, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah memutuskan untuk memberlakukan kenaikan tiket masuk kawasan wisata Bromo hingga 300 persen lebih. Padahal sebelumnya Kementerian Kehutanan sudah berjanji untuk menanggguhkan kenaikan tersebut.

“Kenaikan ini sangat tidak masuk akal. Beberapa hari kemarin saya bertemu dengan pelaku industri wisata dari Singapura dan Malaysia, mereka semua mengelu kenaikan harga tiket yang mencapai lebih dari 300 persen itu,” ujarnya.

Ia memerinci, harga tiket masuk Bromo untuk wisatawan domestik saat ini mencapai Rp 37.500 per orang, padahal sebelumnya harga hanya dipatok Rp 10 ribu per orang saat hari biasa. Dan pada saat akhir pekan serta hari libur lainnya, harga tiket naik menjadi Rp 67.500. Untuk tarif tiket wisatawan asing yang semula Rp 72.500 naik menjadi Rp 267.500 pada hari biasa dan saat akhir pekan serta hari libur lainnya menjadi Rp 640 ribu.

“Walaupun saat ini Jatim sangat memungkinkan untuk menarik wisatawan asing lebih besar akibat kisruh Thailand, tetapi dengan melihat kondisi ini justru akan menurunkan jumlah wisman yang masik Jatim,” katanya. (wh)