Potensi Pendapatan Indonesia Rp 15.000 Triliun

Potensi Pendapatan Indonesia Rp 15.000 Triliun

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan potensi pendapatan Indonesia bisa mencapai Rp 15 ribu triliun pertahun, terutama dari penerimaan royalti sektor energi. Namun penerimaan tersebut hanya sedikit yang masuk ke kas negara akibat adanya korupsi maupun gratifikasi.

Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan kecilnya penerimaan negara disebabkan karena adanya kebocoran sektor pajak, baik dari institusi maupun wajib pajaknya. Praktik korupsi penerimaan royalti energi ini dinilai masih marak terjadi di daerah yang kaya sumberdaya alam sehingga perlu segera diperbaiki.

“Sektor pajak masih terjadi kebocoran pajak. KPK menghitung pendapatan Indonesia, bisa mencapai capai Rp 15ribu triliun/tahun. Tapi semua royaltinya dikantongi oleh pejabat daerah. Ini harus diperbaiki supaya praktek ini tidak berlangsung,”ungkap Abraham Samad dalam acara Diklatnas Lemhannas HIPMI di kantor Lemhanas, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Samad menjelaskan, apabila penerimaan negara mencapai Rp 15 ribu triliun/tahun, maka tiap penduduk akan bisa mendapat Rp 20 juta/bulan. Maka dipastikan tidak ada lagi masyarakat miskin dan tidak memiliki hunian serta kondisi infrastruktur juga akan baik.

Namun Samad mengatakan, pada kenyataannya masih sangat banyak penduduk miskin di Indonesia, pada 2013 menembus 29 juta orang atau 11 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut dinilai setara dengan seluruh penduduk Malaysia.

“Ini memprihatinkan karena RI begitu kaya. Pengangguran juga sudah menembus 25 juta orang, utang luar negeri kita mencapai Rp 2.286 triliun,” tutur Samad.

Untuk mengatasi korupsi, Dia menilai tidak cukup dari upaya pemerintah. Tapi juga membutuhkan bantuan semua pihak guna melakukan pencegahan.

Para pengusaha muda tergabung dalam HIPMI diharapkan bisa membantu KPK untuk aktif dalam upaya pencegahan korupsi dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ivr/bh)