Potensi Industri Kreatif di Surabaya

Potensi Industri Kreatif di Surabaya
Rizal Zulkarnain, peneliti Enciety Business Consult

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi, telah menetapkan Triawan Munaf, mantan pemusik dan pelaku industri periklanan sebagai nakhoda di Badan Ekonomi Kreatif. Lembaga khusus ini dibentuk Presiden Jokowi untuk menangani ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi ini terdiri dari sektor periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, dan perangkat lunak komputer serta video game. Selain itu juga kegiatan bisnis di bidang radio, televisi serta industri riset.

Mengutip harian Bisnis Indonesia, industri kreatif memberikan kontribusi rata-rata 7,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) selama periode 2010-2014. Pada 2010, sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB tercatat sebesar Rp 473 triliun, sementara pada 2013 jumlahnya meningkat mencapai Rp 641 triliun.

Kontribusi industri ini terhadap PDRB di Surabaya dan Jawa Timur cukup baik. Ketua Bidang Industri Kreatif, Teknologi Informasi, dan Media Hipmi Jatim menyatakan, di Surabaya tahun 2012, industri kreatif memberikan kontribusi sebesar 7 persen atau sekitar Rp 12,3 triliun dari total PDRB Surabaya. Di Jawa Timur, industri ini menyumbang Rp 54 triliun per tahun terhadap PDRB Jawa Timur.

Industri fesyen dan kerajinan memiliki kontribusi besar, paling menonjol, dan mendominasi di sektor industri kreatif nasional. Pertumbuhan industri kreatif tertinggi secara nasional masih berada di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali. Sementara Surabaya masih di bawahnya, sedikit lebih rendah.

Akan tetapi, dengan dukungan berbagai pihak seperti keberadaan program Pahlawan Ekonomi dan Start Surabaya, Kota Pahlawam yakin pertumbuhan dan kontribusinya akan menjadi lebih besar. Tak menutup kemungkinan bakal menjadi pusat industri kreatif nasional. (wh)