Populasi Sapi Potong Terkuras

Populasi Sapi Potong TerkurasTerkurasnya populasi sapi potong nasional menimbulkan keresahan di kalangan peternak sapi dan pelaku usaha sapi potong nasional. Pengetatan impor sapi dan daging sapi yang hanya berorientasi pada populasi sensus semata mengakibatkan lonjakan harga daging sapi di dalam negeri hingga sekarang ini.

Langkah tepat paling efektif untuk menurunkan harga daging sapi adalah dengan tetap melindungi peternak sapi potong rakyat di dalam negeri.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi- Kerbau Indonesia Rochadi Tawaf, Kamis (9/1/2014) di Jakarta, untuk menurunkan harga di pasar, perlu komitmen kuat dan konsistensi dari pemerintah. guna meningkatkan produksi dan produktivitas usaha peternakan sapi potong dalam negeri.

Dalam waktu dua tahun, populasi ternak sapi nasional berkurang 2,5 juta ekor. Penelitian Rochadi menunjukkan, sepanjang periode tersebut terjadi pemotongan sapi betina produktif mencapai 31,04 persen. Sapi betina produktif merupakan sapi induk yang produktif.

Kebijakan impor harus digunakan sebagai alat sementara untuk menjembatani kekurangan konsumen, bukannya dengan membuka keran impor selebar- lebarnya.

Pemerintah harus mencegah peredaran daging beku impor ke pasar tradisional. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No 22/2013 dan larangan pemotongan betina produktif yang marak terjadi di rumah pemotongan hewan (RPH) di seluruh Indonesia sesuai UU No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal 18 Ayat (2) dan Pasal 86.

Pemerintah harus melakukan revitalisasi pembangunan peternakan menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan secara aktif.

Misalnya, melakukan pemberdayaan RPH, sistem logistik sapi, dan transportasi ternak antarwilayah, baik laut maupun darat. Ini terutama dalam rangka menekan jumlah pemotongan sapi betina produktif secara nasional serta meningkatkan populasi ternak di sentra-sentra produksi.(kom/bh)