Ponsel China Gerogoti Pasar Samsung

Ponsel China Gerogoti Pasar Samsung

Smartphone produksi China sukses menggerogoti pasar Samsung. Ponsel China seperti Huawei maupun Lenovo mampu mengalahkan Samsung pada pasar low-end.

Laporan ini terungkap setelah Samsung dilaporkan mengalami penurunan pang pasarnya. Sepanjang kuartal pertama 2014 ini, pangsa pasar Samsung turun 32,4 persen.  Hal tersebut diungkapkan oleh laporan terbaru dari firma riset Strategy Analytics tentang jumlah pengapalan smartphone pada kuartal pertama 2014.

Raksasa elektronik Korea tersebut tetap bercokol di urutan pertama angka pengapalan terbanyak dengan 89 juta unit, namun pangsa pasarnya tercatat menurun dari 32,4 persen di kuartal yang sama tahun sebelumnya menjadi 31,2 persen.

Penurunan ini disebut berkaitan dengan persaingan yang makin keras dari para vendor ponsel China. “Samsung menghadapi kompetisi ketat dari Apple di segmen high-end dan dari merek Tiongkok seperti Huawei di segmen low-end,” ujar direktur eksekutif Strategy Analytics Neil Mawston yang dikutip oleh Cnet, Rabu (30/4/2014).

Di sisi lain, ponsel China, Huawei dan Lenovo mengalami kenaikan jumlah pengapalan. Pangsa pasar Huawei relatif tak berubah, namun Lenovo mencatat pertumbuhan pangsa pasar menjadi 4,7 persen, dari 3,9 persen setahun sebelumnya.

Strategy Analytics Angka pengkapalan dan pangsa pasar smartphone sejumlah produsen besar di kuartal pertama 2014, menurut Strategy Analytics.

Setali tiga uang dengan Samsung, meski mencatat kenaikan angka pengapalan, pangsa pasar Apple juga tercatat menurun dengan angka perolehan sebesar 15,3 persen, dari tahun sebelumnya sebesar 17,5 persen.

“Apple masih memiliki posisi kuat di segmen premium, namun tidak adanya produk di kategori entry-level telah membuat produsen tersebut kehilangan volume penjualan di pasar-pasar berkembang yang tumbuh pesar seperti Amerika Latin,” lanjut Mawston.

Karena persaingan dari merk-merek China, pangsa pasar gabungan Apple dan Samsung kini turun menjadi 47 persen, sementara Huawei dan Lenovo menguasai hampir 10 persen.

“Huawei berekspansi dengan cepat di Eropa, sementara Lenovo terus tumbuh dengan agresif di luar China, memasuki wilayah baru seperti Rusia,” kata analis senior Strategy Analytics, Linda Sui. “Apabila akuisisi Lenovo atas Motorola disetujui oleh pemerintah negara-negara terkait di bulan-bulan berikutnya, mereka akan menjadi kompetitor kuat yang mesti dihadapi Apple dan Samsung di paruh kedua tahun ini.” (kmp/ram)