Polres Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan 182 Hewan Langka

Polres Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan 182 Hewan Langka
Polisi menunjukkan berbagai hewan langka yang berhasil diamankan.

Sebanyak 182 hewan langka yang coba diselundupkan dari Irian Jaya ke Ibu Kota Jakarta berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Eeskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Beberapa hewan langka yang diselundupkan di antaranya adalah burung kakaktua raja, burung cendrawasih, burung bayan, tupai terbang, sejumlah ular hijau dan beberapa jenis reptil lainnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi mengatakan pengungkapan kasus penjualan hewan langka ini berkat laporan dari masyarakat kepada pihaknya.

“Kami akhirnya menemukan bila di kapal Gunung Dempo dengan rute Jayapura Surabaya ada salah seorang penumpang membawa hewan langka. Dan kami tangkap sewaktu kapal sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak kemarin Kamis,” kata AKBP Arnapi kepada wartawan di Surabaya, Jumat (27/2/2015).

Dalam penggrebekan tersebut, petugas kepolisian menemukan penyimpanan hewan langka tersebut ditaruh di ruang mesin kapal. Ruang tersebut justru dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyelundupkan sejumlah hewan langka.

“Hewan-hewan langka itu disembunyikan dalam paralon, dan ditempatkan di ruang mesin kapal,” lanjut dia.

Dari hasil penyelidikan diketahui bila semua hewan langka ini dibawa dari Papua, lalu transit di Surabaya untuk dilayarkan ke Jakarta.

Dalam penggerebekan itu empat orang saksi ditangkap, dan diduga memiliki kaitan dengan penyelundupan ini. “Kami masih akan menelusuri apakah ini perbuatan sindikat penyelundupan hewan langka atau bukan,” ujarnya.

Hewan-hewan langka itu sendiri akan dititipkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk tindakan lebih lanjut.

“Kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah karena hewan ini dilindungi oleh pemerintah,” pungkas Arnapi. (wh)