Polres Surabaya Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Polres Surabaya Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta dengan barang bukti narkoba yang disita dari dari tiga tersanga yang diduga kuat terkait jaringan internasional. umar alif/enciety.co

Makin menggila saja peredaraan narkoba di Indonesia. Kendati sudah berulangkali aparat penegak hukum menangkap dan memenjarakan pelakunya, namun bisnis narkoba terus berjalan. Yang mutakhir, Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan nilai total Rp 7 miliar.

Ada tiga tersangka dalam peredaran narkoba tersebut. Mereka adalah Dery (warga Kalibutuh Barat); Tony (warga Apartement Puncak Kertajaya Surabaya), dan Frets yang menjadi pengedar dari bandar Jakarta dan juga ditengarai kuat terkait jaringan Internasional.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, ketiganya merupakan satu jaringan. Dari ketiganya, polisi berhasil menyita 2 kg 753,5 gram sabu dan 5 ribu ekstasi.

“Mereka bertiga ditangkap di tempat yang berbeda-beda,” kata Setija Junianta kepada wartawan di Surabaya, Minggu (5/10/2014).

Awalnya, polisi mendapatkan laporan masyarakat jika ada drop-dropan narkoba kelas kakap. Polisi kemudian mengembangkan. Diketahui ada satu orang yang dicurigai, yakni Dery. Setelah dilakukan pengintaian, polisi kemuduian menangkap Dery di food court Tidar. Berikut barang bukti narkoba yang disita yang dibungkus plastik.

Polisi lalu mengembangkan kasus ini. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka Tony di tempat parkir Hotel Tunjungan di kawasan Basuki Rahmad Surabaya. Toni saat itu bersama Frets.

Diakui Setija, dari penangkapan ini polisi memperkirakan dapat menyelamatkan 10 ribu generasi muda dari kehancuran penyalahgunaan narkotika.

Polres Surabaya Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

“Bayangkan bila 10 ribu generasi muda teler karena pengaruh narkotika sabu dan ekstasi ini,” katanya sambil menggelengkan kepala tidak percaya.

Ia juga mengaku akan terus mengembangkan kasus tersebut. “Anggota di lapangan mengatakan akan menangkap dua orang. Yang satu WNI dan satu WNA yang juga jaringan narkoba ini,” pungkas dia. (wh)