Polres Surabaya Bongkar Bisnis Judi Online Beromset Miliaran

Polres Surabaya Bongkar Bisnis Judi Online Beromset Miliaran
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tunjukkan barang bukti dan tersangka judi online yang berhasil diringkus. Umar alif/enciety.co

Gelaran pertandingan sepak bola baik liga Inggris, liga Spanyol maupun Champions tidak hanya dinikmati pertandingannya saja oleh masyarakat. Namun sindikat judi online yang beromset miliaran rupiah, juga mengeruk keuntungan.

Satreskrim Polrestabes Surabaya melalui unit Jatanras berhasil menangkap tiga tersangka bandar judi online tersebut. Mereka adalah Celvian warga Puri Sentra Raya dan Dolfiandra Susanto Putra, warga Taman Internasional Surabaya, serta Budi Putra Philips, warga Gowa, Makassar, Sulsel.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, judi online ini memanfaatkan pertandingan internasional yang digemari masyarakat.

“Kami menerima informasi dari masyarakat tentang maraknya judi online ini. Setelah kami telusuri akhirnya mengerucut kepada mereka dan satu tersangka yang masih kami kejar yaitu pimpinan mereka bertiga dan posisinya masih di Jakarta,” kata Takdir kepada wartawan, Selasa (12/5/2015).

Polisi sendiri berhasil menangkap Celvian dan Dolfian, di rumahnya masing masing. Dari keterangan keduanya, polisi mendapati nama Budi Putra Philips, yang merupakan bandar besar tinggal di Gowa Makasar.

Setelah mendapat nama Budi Putra Philips yang merupakan bandar besar judi online, polisi langsung terbang ke Gowa Makssar dan berhasil menangkapnya saat dinihari. Di rumah tersangka Budi Putra Philips selain dijaga secara ketat, juga dilengkapi beberapa CCTV di beberapa titik, sehingga petugas harus masuk pada dini hari untuk menghindari tersangka lolos.

“Anggota harus masuk ke rumah tersangka pada dini hari sekitar pukul 02.00, guna mengantisipasi tersangka meloloskan diri karena di sekitar rumahnya dilengkapi beberapa CCTV. Menunggu tersangka lengah,” ujarnya.

Dalam penangkapan ini, penyidik juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, tiga laptop, 12 unit HP, 6 key BCA, 1 Key BNI, buku rekap judi, 7 buku tabungan , 1 unit Ipad, dua bendel print out perjudian online.

Dalam pemeriksaan penyidik sat Reskrim Polresatabes Surabaya, Budi Putra Philips mengaku sudah menjalankan bisnis haramnya tersebut sekitar 1,5 tahun. Untuk menunjang omset, dia punya 10 anak buah yang tersebar di beberapa kota. “Saya sudah 1,5 tahun menjalani bisnis judi online ini,” kata Budi.(wh)