Polres Surabaya Bakal Tindak Tegas Pelanggar Stop Line

Polres Surabaya Bakal Tindak Tegas Pelanggar Stop Line

Petugas Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya akan menertibkan para pengendara yang melanggar garis pemberhentian di setiap persimpangan jalan. Para pengendara baik roda dua maupun roda empat yang terbukti akan melanggar akan diberi sanksi tegas.

Kaurbin Ops Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Harna mengatakan, penertiban lalu lintas di belakang stop line persimpangan adalah bagian dari Jatim Peka.

“Kami telah perintahkan agar para pelanggar ini akan diganjar dengan penilangan,” tegas AKP Harna, Rabu (25/2/2015).

Menurut dia, tindakan tegas tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat (2). Dalam UU ini disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. “Acuannya dari UU tersebut,” ucapnya.

Sementara dalam ayat (4) disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan rambu perintah atau rambu larangan dan marka jalan.

Kemudian dalam Pasal 284 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

“Diharapkan tindakan tegas ini memberi efek jera agar para pengendara tetap mengemudikan kendaraan secara patuh,” terusnya.

Perwira dengan tiga balok di pundak tersebut juga mengatakan bila garis pemberhentian di setiap perhentian jalan tersebut sudah dibuat berdasarkan perhitungan oleh dinas yang berwenang.

“Bila pengendara seenaknya melanggar lalu lintas dapat membuat kecelakaan. Dan hal ini yang ingin kami kurangi,” pungkasnya. (wh)