Polres Surabaya Bakal Tindak Nopol Cantik Tak Sesuai UU

Polres Surabaya Bakal Tindak Nopol Cantik Tak Sesuai UU

Satlantas Polrestabes Surabaya tidak akan membiarkan penggunaan nomor polisi (nopol) cantik atau berubah warna sesuai ketentuan yang banyak terpasang di kendaraan.

Nopol-nopol itu banyak beredar biasanya di mobil mewah atau 2500 cc ke atas dan mobil pejabat seperti anggota dewan maupun pimpinannya.

“Bila terlihat di jalanan, anggota saya perintahkan untuk menindaknya atau menilangnya,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono kepada wartawan di Surabaya, Kamis (11/12/2014).

Diketahui, banyak beredar nopol palsu atau nomor polisi yang berubah warna karena banyaknya masyarakat yang bisa pesan nomor polisi palsu ke tukang di pinggir jalan.

Sedangkan berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, terutama pasal 280 junto pasal 68 menjelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasang tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang ditetapkan kepolisian bisa dipidana kurungan paling lama dua bulan dan atau denda maksimal Rp 500 ribu.

“Kami menindak berdasarkan ketentuan. Tidak asal menilang,” Raydian Kokrosono. (wh)