Polisi Swiss Tangkap 6 Petinggi FIFA karena Kasus Korupsi

Polisi Swiss Tangkap 6 Petinggi FIFA  karena Kasus Korupsi
sumber foto: slate

Pihak berwenang Swiss menggelar operasi luar biasa pada Rabu (27/5/2015) dengan menangkap enam pejabat Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) yang akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi tuntutan kasus dugaan korupsi. Salah satu pejabat yang ditangkap termasuk Wakil Presiden FIFA Jeffrey Webb.

Di tengah pertemuan tahunan pejabat FIFA, belasan polisi Swiss yang tak berseragam tiba di Hotel Baur au Lac, hotel mewah bintang lima dengan pemandangan Pegunungan Alpen dan Danau Zurich. Polisi langsung menuju resepsionis, meminta kunci dan mengakses ruang para pejabat tersebut yang terletak di lantai atas.

Penangkapan tersebut berjalan secara lancar tanpa perlawanan. Salah satu pejabat FIFA, Eduardo Li asal Costa Rica, digiring oleh polisi dari ruangannya menuju pintu keluar yang terletak di samping hotel. Dia diperbolehkan membawa kopernya.

Para pejabat FIFA diduga terlibat kasus korupsi selama dua dasawarsa terakhir, termasuk tender Piala Dunia mencakup perjanjian marketing dan penyiaran, menurut tiga pejabat penegak hukum yang menangani kasus ini. Dakwaan ini menyeret 14 orang yang diduga terlibat dalam konspirasi pemerasan, pemindahan dana dan pencucian uang. Selain itu, sejumlah pejabat senior marketing sepakbola asal AS dan Amerika Selatan juga diduga terlibat.

Mereka dituduh menyuap dan melakukan kickbacks senilai lebih dari USD 150 juta dalam perjanjian dengan media terkait berbagai pertandingan utama sepakbola. Para pejabat FIFA yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Jeffrey Webb, Eugenio Figueredo, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin dan Nicolas Leoz. Sementara pejabat marketing olahraga yang diduga terlibat adalah Alejandro Burzaco, Aaron Davidson, Hugo Jinkis dan Mariano Jinkis. Pihak berwenang juga menjerat Jose Margulies sebagai perantara yang memfasilitasi pembayaran ilegal.

Penangkapan ini merupakan hantaman yang mengejutkan bagi FIFA, organisasi multimiliar-dolar yang mengatur olahraga paling populer di dunia namun telah dikotori dengan tuduhan penyuapan dan korupsi selama berpuluh-puluh tahun. Penangkapan ini juga menjadi ancaman serius bagi Sepp Baltter, presiden FIFA yang telah lama menjabat dan dianggap sebagai orang paling berpengaruh dalam industri olahraga, walau dia belum dijadikan tersangka.

Otoritas mengatakan investigasi kasus ini masih berjalan, dan Baltter belum tentu aman dari segala tuduhan. Pemilihan, yang kemungkinan akan kembali mentahbiskan Baltter sebagai presiden FIFA untuk kelima kalinya, dijadwalkan digelar pada Jumat (26/5/2015) nanti. “Kami terkejut dengan lamanya (kasus) ini berjalan dan bagaimana ini telah menyentuh setiap lini yang FIFA kerjakan,” kata salah seorang pejabat penegak hukum. “Ini seperti menembus setiap elemen dan beginilah cara mereka melakukan bisnisnya. Tampaknya korupsi ini telah dilembagakan.”

Kementerian Kehakiman AS, Biro Penyelidik Federal AS (FBI) dan FIFA belum memberikan tanggapan. Kasus ini merupakan kasus paling signifikan bagi Jaksa Agung AS Loretta E. Lynch, yang baru menjabat bulan lalu. Sebelumnya dia menjabat sebagai jaksa AS di Brooklyn, di mana dia mengawasi jalannya investigasi terhadap FIFA. (afp)