Polisi Peru Sita Kokain 7,7 Ton

Polisi Peru Sita Kokain 7,7 Ton

Perang gencar yang dilancarkan Pemerintahan Peru membuahkan hasil. Kepolisian negara ini panen besar setelah menyita kokain sebanyak 7,7 ton.  Kokain sebanyak ini diperlihatkan ke publik di sebuah hangar pesawat. Hanggar milik polisi itu berada di Bandara di Kota Lima, Peru. Sitaan itu merupakan yang terbesar yang pernah ada di kawasan negara Andean.

Seluruh kokain itu diterbangkan dari sejumlah lokasi sitaan ke Ibukota Peru, Lima, Senin (1/9/2014) waktu setempat  menggunakan pesawat Antonov milik kepolisian. Sejumlah petugas mengenakan jaket putih dan masker membongkar kokain itu dari badan pesawat.

Saat memperlihatkan hasil sitaan itu, hadir Menteri Dalam Negeri Peru Daniel Urresti yang diapit komandan kepala polisi dan kontra narkotika. Dalam hanggar itu dipasang sebuah spanduk besar yang menyatakan sebagai “Pukulan Bersejarah Terhadap Perdagangan Obat Terlarang”.

Pekan lalu, pihak berwenang Peru menemukan kokain berbentuk kotak panjang yang dibungkus plastik dan disegel mirip potongan batu bata. Ribuan kemasan kokain itu disimpan dalam sebuah rumah di pedesaan di dekat pelabuhan Trujillo di sebelah utara. Enam warga Peru dan dua warga Meksiko ditangkap saat penyergapan itu.

Polisi mengatakan, rencananya para pengedar akan mengirim obat terlarang itu ke Spanyol dan Belgia. Dalam operasi penyergapan itu, agen Badan Pemberantasan Narkotika AS (DEA) ikut membantu polisi Peru.

Sebelumnya, pada 2002 lampau, polisi Peru juga menyita 6 metrik ton kokai dari sebuah truk di negara bagian selatan Arequipa yang akan berangkat menuju sebuah kapal penangkap ikan di pelabuhan Ilo. Rencananya, kapal itu akan berlayar ke Meksiko. Sejak 2012, Peru dikenal sebagai produsen kokain nomor satu di dunia. (bst/ram)