Polisi Narkoba yang Dibekuk di Malaysia Dikenal Raja Selingkuh

Polisi Narkoba yang Dibekuk di Malaysia Dikenal Raja Selingkuh

Dua Polisi Narkoba yang ditangkap Polis Di Raja Malaysia (PDRM) di Kuching Malaysia, akhir pekan lalu, memang miliki rekam jejak yang gelap dan penuh perselingkuhan. AKBP Idha Endri Prastiono, perwira menengah (Pamen) di Polda Kalbar  kerap mendapat sanksi dari kesatuannya bertugas.

Polisi Narkoba ini dimutasi ke Polda Kalbar dari Polda Sumut pada 19 Februari 2013 karena sejumlah kasus terkait perselingkuhan. Catatan Bidang Propam Polda Sumut yang dirilis Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistiyanto, memaparkan, AKBP Idha pernah menikah dengan seorang perempuan yang bernama Sandi Wahyu Arifani. Tapi pernikahan Polisi Narkoba ini berakhir dengan perceraian karena yang bersangkutan melakukan perselingkuhan.  “Atas perbuatan tersebut, AKBP Idha mendapat sanksi berupa ‘Penempatan pada tempat khusus selama 21 Hari,” demikian keterangan tertulis, Senin (1/9/2014).

Pada 2002, AKBP Idha juga pernah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pembantunya hingga memiliki seorang anak. “Menurut catatan telah diselesaikan secara kekeluargaan.”

Pada 2010, petualangan Polisi Narkoba ini menjalin hubungan dengan Titi Yusniawati. “Sempat terjadi permasalahan dalam hubungan tersebut hingga akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan dilakukan pernikahan di Deli Serdang Sumatera Utara sesuai akta nikah nomor : 109 / 14 / VII / 2012 tanggal 22 Juli 2012.”

Istri Polisi Narkoba ini pernah menggegerkan Jakarta karena kehilangan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam koper saat penerbangan dengan menggunakan maskapai Lion Air JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta.  “Waktu itu mengakunya Rp 19 miliar, setelah dicek ternyata Rp 185 juta,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat AKBP Mukson Munandar.

 Akibat kejadian ini, AKBP Idha pernah dihukum melalui proses sidang disiplin anggota Polri yang dilaksanakan pada 19 Juni 2014. (mrd/ram)