Polisi Imbau Masyarakat Tak Panik Isu Penculikan Anak

Polisi Imbau Masyarakat Tak Panik Isu Penculikan Anak
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono.

Polrestabes Surabaya memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan gampang panik terkait merebaknya isu penculikan anak sekolah tingkat TK dan SD di Jawa Timur, terutama di Surabaya.

Isu penculikan yang terjadi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, dan Jember, diduga dilakukan secara terpola. Akibatnya, penyebaran isu melalui media sosial, SMS, dan BBM itu tidak hanya dilakukan di kota-kota besar, tetapi juga mulai merambah ke kota-kota dan kecamatan. Akibatnya, para orang tua yang mempunyai anak di bangku TK dan SD menjadi resah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono mengatakan, masyarakat tidak perlu kuatir dengan adanya isu tersebut. Pihaknya (Polrestabes Surabaya, red) telah berkoordinasi dengan Polsek jajaran untuk mensosialisasikan terkait isu yang tidak benar ini ke sekolah-sekolah.

“Masyarakat dihimbau agar tidak panik dengan isu penculikan yang akhir-akhir ini menyebar. Hal itu merupakan pekerjaan oknum yang tidak bertanggungjawab, dan masih kami selidiki siapa penyebar isu itu,” ujar Kasat Reskrim kepada wartawan, Selasa (30/9/2014).

Dijelaskannya, masyarakat baik para orang tua tidak perlu takut dan gundah akan isu itu. Sebab, pihak kepolisian sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan ke sekolah-sekolah mengenai ketidak benaran isu penculikan anak yang akan digunakan sebagai tumbal.

Ia berikan himbauan agar para orang tua tetap mengawasi putra-putrinya. Baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan dimana anak-anak mengenyam pendidikan sekolah. “Saya harapkan pengawasan dari orang tua lebih diintensifkan guna menjaga keamanan putra-putri mereka,” ungkapnya. (wh)