PMI: Permintaan Darah Hanya Bisa Penuhi 78 Persen

PMI: Permintaan Darah Hanya Bisa Penuhi 78 Persen
foto: Sandhi Nurhartanto/enciety.co

Kebutuhan darah bagi rumah sakit begitu besar untuk dapat menangani pasien yang membutuhkan tindakan emergency. Begitu juga dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo yang merupakan rumah sakit rujukan tipe A ini.

Dari sembilan hingga 90 ribu kantong permintaan darah setiap bulannya di dr Soetomo, yang mampu dicukupi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) hanya sekitar 78 persen saja. Sisanya harus dicukupi secara mandiri melalui Instalasi Transfusi Darah (ITD).

Kepala Bidang Pelayanan Diagnostik dan Khusus RSUD Dr Soetomo, dr Esti Handayani Dra Apt MARS, mengatakan pemenuhan kebutuhan darah di tempatnya sangat tinggi dan terkadang pasokan darah di PMI masih belum bisa terpenuhi.

“Kadang stok darah di PMI tidak stabil dan jenis yang dibutuhkan tidak selalu tersedia dan terkadang pasien masih harus menunggu karena mereka (PMI) tidak hanya melayani permintaan kami saja. Jadi kami harus bisa menyediakan darah secara mandiri,” kata dr Esti Handayani kepada wartawan, Selasa (6/10/2015).

Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menggantungkan sepenuhnya pemenuhan darah dari PMI, mereka juga harus berusaha sendiri menggaet donor, baik itu keluarga dari pasien rumah sakit, karyawan, hingga jemput bola ke masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga berlakukan skala prioritas. Yaitu dimana pasien dengan kebutuhan mendesak dan mengancam jiwa didahulukan mendapatkan darah jika pasokannya sedang minim atau masuk dalam daftar tunggu.

“Diharapkan pasokan darah tercukupi dan jenis darah tersedia maka setiap pasien yang mengajukan permintaan darah dapat dipenuhi,” papar dia. (wh)