PLN Jatim Pastikan Pasokan Listrik Jelang Pileg

PLN Jatim Pastikan Pasokan Listrik Jelang Pileg

 

PT PLN (Persero) Distribusi Jatim memastikan pasokan listrik jelang pemilu legislatif (Pileg) dijamin aman. Perusahaan plat merah itu akan melakukan pengawasan secara ketat di objek-objek vital saat pemungutan suara.

General Manager PT PLN Distribusi Jatim IBG Mardawa Padangratha menegaskan, pihaknya akan mengawal sepanjang pemungutan suara. Sebab, momen pemungutan suara ini rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan salah hitung.

“Kami akan menjaga pasokan listrik lebih aman. Proses pemilu telah berjalan, kampanye juga berjalan, dan nantinya kami yang akan mengoptimalkan,” kata General Manager PT PLN Distribusi Jatim IBG Mardawa Padangratha saat acara Gelar Pasukan Pengamanan Listrik Pemilu 2014 di PLN Area Surabaya Selatan Jalan Ngagel Timur Surabaya, Selasa (25/3/2014).

PLN, sambung dia, akan melakukan koordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengetahui lokasi yang menjadi objek vital dan ada prioritas pasokan listrik dan penjagaan. Sebab, KPU merupakan instansi yang lebih mengetahui secara detail lokasi vital dalam proses pemilu.

“Kita ingin mengoptimalkan potensi milik PLN. Semua pegawai kita kerahkan untuk menjaga pemilu,” ujarnya.

Sebenarnya, pengamanan pemilu sudah mulai dilakukan sejak awal kampanye. Tetapi PLN ini perlu melakukan pengecekan tentang kesiapan pasokan listrik serta petugas PLN di 16 area dan 113 rayon. Ditambah satu area pengatur distribusi yang ada.

“Sebenarnya, pengamanan tidak hanya kami lakukan disaat menjelang acara penting seperti pemilu, lebaran dan natal saja. Setiap hari kami melakukan pengamanan. Hanya saja, pada momen pemilu ini pengamanan dan kesiapan lebih ditekankan,” ungkap Mardawa.

Terkait kondisi listrik di Jatim, saat ini pasokan listrik mencapai 7.000 Mega Watt (MW). Dimana kebutuhan listrik saat beban puncak mencapai 4.800 MW dan mengalami surplus 2.200 MW. Kelebihan beban listrik itu, ujar dia, sekarang dialirkan ke beberapa daerah yang membutuhkan di Jawa Tengah dan Bali.

Untuk peningkatan konsumsi listrik saat kampanye, Mantan GM PLN Bali mengaku, tidak ada peningkatan yang signifikan. Bahkan saat hari pemungutan suara dipastikan konsumsi listrik justru mengalami penurunan 10 persen karena aktivitas pemerintah dan industri libur. Hanya saja, PLN perlu mengantisipasi terjadinya listrik padam akibat gangguan.

Manager Distribusi PLN Jatim Johnny Palma menambahkan, peletakan genset sebagai antisipasi akan dilakukan diseluruh rayon. Untuk setiap rayon, rencananya akan ada 2 genset mobile. Hal ini dilakukan untuk mempermudah area-area yang keslitan aliran listrik secara mendadak.

“Ada dua genset yang kita pasang. Ada 113 rayon di Jatim, berarti genset kita akan berada di rayon-rayon ini,” katanya. (wh)