PLN Jatim Upayakan Pasokan Listrik di Kangean

PLN Jatim Upayakan Pasokan Listrik di Kangean

PT PLN Distribusi Jatim mendeteksi sejumlah daerah yang belum mendapat aliran listrik. Perusahaan plat merah itu berencana mencari solusi agar wilayah tak tersentuh listrik bisa merasakan penerangan lampu.

Deputi Manager Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim Arkat Matulu mengungkapkan, ada beberapa daerah yang masih terisolir penerangan. Seperti Pulau Kangean Madura yang belum teraliri listrik.

“Kami sedang mencari upaya agar masyarakat yang terisolir bisa merasakan aliran listrik. Kami tengah melakukan penanganan agar Kangean merupakan wilayah jauh dari perkotaan,” kata Arkat, Rabu (12/2/2014).

Menurut dia, untuk memberi suplai listrik di beberapa daerah butuh anggaran besar, termasuk pulau terpencil di Jatim. Saat ini, PLN sedang mengkaji solusi menggunakan aliran listrik milik PLN atau memakai CNC (Computer Numerical Control).

“Jika uji coba CNC berhasil, kemungkinan Kangean juga memakai CNC. Tapi kita masih melihat kondisinya,” terangnya.

Arkat mengakui, PLN serius untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, saat ini PLN mengutamakan pelayanan daripada kebutuhan lainnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT PLN Distribusi Jatim Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha mengatakan, pihaknya memperioritaskan pelayanan masyarakat. Sebab, PLN memiliki keinginan ikut mensejahterakan masyarakat dengan suplai listrik yang memadai.

Mantan GM PT PLN Distribusi Bali itu menegaskan, pihaknya akan menggunakan strategi ISOk-E (Image, Service, Operating Performance Execellent) untuk membangun Jatim lebih baik lagi. Ia mengaku akan meminimalisir semua keperluan listrik yang besar di Jatim.

“Sekarang beban puncak di Jatim adalah 4.425 Mega Watt, sedangkan untuk pembangkitnya sendiri ada sekitar 8.670 Mega Watt. Jadi bisa dikatakan saya ini masih belajar di daerah baru, apalagi Jatim masih memiliki cadangan sekitar 2.173 Mega Watt,” ujar Mardawa.

Pendapat Mardawa mengenai kebutuhan masyarakat akan listrik memang sangat besar ketika para pemilik hotel yang baru juga membutuhkan listrik cukup besar. Sementara, tahun ini jumlah pelanggan diproyeksikan naik sebesar 9.847.498 dibanding 2013 lalu yang hanya 9.267.498.

Pihaknya mengatakan, berdasarkan data yang terhimpun, PLN distribusi Jatim tetap akan menggunakan strategi ISOk-E. Mardawa menambahkan, sebagian besar pembangkit listrik di Jatim memiliki potensi besar.

Hal ini yang mendorong penggunaan  sumber sumber pembangkit dengan kapasitas besar untuk pendistribusian. Dia menyadari listrik di Jatim ini berbeda dengan Bali yang kerap mati lampu.

“Saya cuma menghimbau jangan sampai mati-mati lagi seperti sebelumnya. Walaupun mati, cepat hidup lagi lah,” tutur Arkat.

“Seperti halnya sistem penyambungan dengan menggunakan call center. Sedangkan, untuk pembayaran, semua dilakukan dengan melalui chanel-chanel perbankkan, sehingga tidak ada lagi tindak kecurangan,” imbuh dia.(wh)