PLN Jatim Hibah Rp 500 Juta buat Pembangun PLTMH

 

PLN Jatim Hibah Rp 500 Juta buat Pembangun PLTMH

PT PLN Ditribusi Jatim kembali menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat yang berada di kawasan desa terpencil dan belum teraliri listrik.

Kali ini masyarakat Desa Watu Panjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo yang mendapatkan berkah dari PLN dengan menerima kucuran dana lebih dari Rp 500 juta. Desa yang berada sekitar 40 km dari Pusat Kota Probolinggo tersebut selama puluhan tahun tak pernah merasakan gemerlap lampu, apalagi melihat tayangan televisi.

“Sudah empat kali kami memberikan dana CSR untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Hingga saat ini dana yang kami keluarkan untuk CSR sudah mencapai 2,5 miliar.,” terang Supervisor PT. PLN Distribusi Jatim Suriadi Media, Selasa (6/5/2014).

Dia mengukapkan, masyarakat desa terpencil hanya mengandalkan lampu minyak untuk penerangan dalam kegelapan malam. kalaupun ada yang memanfaatkan aliran listrik hanya mereka yang tergolong kaya dan melakukan secara illegal.

“Kondisi inilah yang menjadi dasar bagi PT PLN Distribusi Jawa Timur menyalurkan CSR untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH ),” ungkapnya

Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro tersebut dilakukan pada tahun ini dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang. PLTMH di Watu Panjang tersebut akan menghasilkan daya sebesar  25 Kwh dan disalurkan untuk 63 KK. , dengan estimasi masing -masing KK akan teraliri daya antara 250 -450 watt. Daya tersebut kata Suriadi, cukup untuk keperluan rumah tangga, dimana daya sebesar 450 watt bisa digunakan untuk 4 lampu dan televisi. Selain itu aliran listrik juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk optimalisasi peternakan mengingat sebagian besar masyarakat desa Watu Panjang mengelola ternak sapi.

”Aliran listrik iniakan membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, selain juga menjadi solusi mengatasi pemanfaatan listrik secara illegal. Namun yang terpenting kehadiran pembangkit litrik ini bisa menambah nilai ekonomi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak sapi ” tambahnya

Rencananya pengelolaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini akan dilakukan oleh masyarakat setempat yang sebelumnya juga akan mendapatkan pelatihan baik dari pln maupun institusi swasta yang menginisiasi pembangkit tenaga hidro.

Di Jatim, kehadiran PLTMH Watu Panjang menambah pembangkit serupa yang terlebih dulu ada yaitu Seloliman dan Wot Lemah di Mojokerto serta Doho di Blitar. Semua pembangkit tersebut dibangun dengan bantuan CSR dari PT PLN Distribusi Jawa Timur yang nilainya saat ini mencapai 2,5 milliard rupiah

Kepala Desa Watu Panjang Kus Junaedi menyatakan kebahagiaannya saat menerima bantuan tersebut yang diserahkan langsung oleh Manajer Hukum dan Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Timur Suhatman.

Bagi Kus Junaedi dan warga Desa Watu Panjang CSR tersebut menjadi solusi untuk mengatasi masalah listrik yang ada di wilayah tersebut. Sekian puluh tahun mereka tidak mengetahui cara untuk bisa mendapatkan listrik  karena kondisi desa yang sangat terpencil dan susah di jangkau.. Namun sumber daya alam berupa aliran sungai dan sumbang sih PT PLN Ditribusi Jawa Timur menjadi jalan terwujudnya mimpi mereka untuk mendapatkan aliran listrik.

”Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada PLN  Jawa Timur yang telah membantu masyarakat Desa Watu Panjang untuk mendapatkan aliran listrik secara swadaya, setelah selama puluhan tahun kami berada pada kondisi yang memprihatinkan tanpa aliran listrik karena letak  desa yang terpencil  ” papar Kus Junaedi. (wh)