PLN Jatim Bantu MCK di Sumenep dan Pacitan

Pinto Raharjo, Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, foto: arya wiraraja/enciety.co

Mulai tahun 2017,  PT PLN (Persero) menggagas Program BUMN Hadir untuk Negeri. Secara nasional PLN ditunjuk sebagai koordinator program untuk wilayah Indonesia Nusa Tenggara Timur.

“Untuk wilayah Jawa Timur, PLN Distribusi Jawa Timur mendapatkan tugas menyalurkan program tersebut di dua wilayah yang memang sangat membutuhkan. Di antaranya Kabupaten Sumenep dan Pacitan,” ujar Pinto Raharjo, Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, saat ditemui enciety.co di ruang kerjanya, Kamis (27/4/2017).

Kata dia, di masing-masing wilayah tersebut, PLN Distribusi Jawa Timur diwajibkan untuk membangun berbagai sarana prasarana umum. Di antaranya membuat tempat mandi cuci kakus (MCK) yang jumlahnya 53 titik di masing-masing wilayah.

“Latar belakang dipilihnya kedua wilatah tersebut karena di dua wilayah tersebut masih banyak rakyat miskin yang belum dijangkau oleh pemerintah. Data tersebut kami dapat dari jumlah pelanggan miskin yang ada pada data base pelanggan PLN,” kata dia.

Bukan hanya itu saja, terang Pinto, PLN juga bakal menggelar pasar murah di dua wilayah tersebut. “Untuk pasar murah, kami mulai gelar pada Bulan Ramadan kedepan. Target yang kami bidik sedikitnya ada 1000 penerima yang berasal dari keluarga kurang mampu,” papar dia.

Program BUMN Hadir Untuk Negeri ini bakal dilaksanakan kurang lebih selama satu tahun. Target yang direncanakan adalah pada Bulan Oktober 2017 mendatang program tersebut dapat rampung dilaksanakan.

“Target kami bulan Oktober. Untuk progres saat ini pada awal bulan Mei mendatang sudah ada beberapa MCK yang telah dibangun di dua wilayah tersebut,” tegas dia lagi.

Bukan hanya itu saja, dalam program ini, PLN juga memiliki program-program yang berkenaan dengan bidang pendidikan. Program tersebut bakal kami laksanakan pada bulan Juli-Agustus 2017.

“Lewat program BUMN Hadir Untuk Negeri ini, target besar yang kami bidik adalah keberadaan BUMN sebagai badan usaha milik pemerintah dapat dirasakan efek positifnya bagi masyarakat. Terutama masyarakat yang masih terbilang miskin. Kami ingin mereka ikut merasakan manfaat keberadaan kami,” pungkas Pinto. (wh)