PJT I dan Indra Karya Teken MoU Penguatan Sektor Sumber Daya Air

PJT I dan Indra Karya Teken MoU Penguatan Sektor Sumber Daya Air

Raymond Valiant Ruritan bersama Gok Ari Joso Simamora usai penandatanganan MoU. foto: humas PJT I

Penguatan peran BUMN di sektor Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu agenda Perum Jasa Tirta (PJT) I tahun ini. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) antara PJT I dengan PT. Indra Karya (persero).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama dari kedua BUMN yang memiliki DNA di bidang sumber daya air ini sekaligus menyepakati kerjasama di bidang optimasi pemanfaatan sumber daya perusahaan. Dari pihak PJT I diwakili oleh Raymond Valiant Ruritan selaku Direktur Utama. Sedangkan dari Indra Karya diwakili oleh Direktur Utama, Gok Ari Joso Simamora.

Kesepakatan kedua belah pihak berfokus kepada tiga hal, yaitu kerjasama di bidang SDA terutama pengembangan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDA. Kedua adalah terkait pengelolaan sumber daya perusahaan, khususnya dalam hal penggunaan teknologi Enterprise Resources Planning (ERP) untuk mengelola SDM dan keuangan perusahaan. Ketiga, kerjasama dalam hal penguatan proses bisnis jasa konsultansi serta laboratorium lingkungan (air, tanah dan udara).

Untuk mempercepat realisasi kerjasama, pada kesempatan tersebut juga dibahas terkait pembentukan pokja yang beranggotakan para praktisi dari kedua belah pihak. Harapannya kerjasama kedua pihak ini dapat segera terealisasi, baik berupa pengkajian, pengembangan maupun pengusahaan atas pemanfaatan sumber daya dari kedua perusahaan.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menyampaikan apresiasi atas kerjasama dimaksud.  “Kerja sama ini sebagai upaya untuk penguatan peran BUMN di sektor SDA, yang juga merupakan bagian dari Holding Danareksa,” jelas Raymond, Rabu (11/5/2022).

MoU kedua belah pihak sebagai bentuk kolaborasi antar BUMN dengan dibentuknya klaster, di mana PJT I dan Indra Karya masuk di dalam klaster Danareksa. Disampaikan Raymond, kerja sama ini juga merupakan langkah PJT I dalam menghadapi era disrupsi, karena tidak hanya berfokus kepada pengelolaan SDA namun juga pemanfaatan teknologi serta optimasi aset.

“Ini juga selaras dengan blueprint pengembangan jangka panjang perusahaan dalam hal optimasi bisnis baik SDA maupun non SDA. Kerja sama ini diharapkam juga akan meningkatkan nilai ekonomis perusahaan untuk dapat semakin bersaing di kancah nasional serta global,” harapnya.

Direktur Utama PT. Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora, menyampaikan harapannya bahwa dengan kerja sama ini dapat meningkatkan performa kedua perusahaan. Menurutnya, Indra Karya memiliki keahlian di bidang Jasa Konsultan Engineering, Developer dan Industri yang tentunya dapat mendukung optimasi yang diharapkan oleh PJT I.

“Potensi yang kami miliki dalam bidang konsultansi, diharapkan dapat mendukung pengembangan PJT I tentunya dan mampu memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Pengalaman lebih dari 60 tahun yang dimiliki Indra Karya diharapkan dapat menjadi modal awal untuk semakin memperkuat positioning kedua belah pihak sebagai BUMN di Indonesia,” tuturnya.

Raymond menembahkan, kolaborasi dan sinergi BUMN menjadi landasan awal kerjasama kedua belah pihak.

“Kami tetap akan memberikan pelayanan terbaik untuk para pihak yang berkepentingan serta masyarakat menjadi komitmen kedua belah dan MoU menjadi langkah awal mewujudkan hal tersebut. Pengembangan tentunya akan terus dilaksanakan dan harapannya peningkatan performa dan layanan akan semakin baik kedepannya,” pungkasnya. (wh)