Pindad Gandeng Produsen Tank Belgia

Pindad Gandeng Produsen Tank Belgia

BUMN perusahaan senjata nasional, Pindad , menjalin kerja sama dengan produsen tank asal Belgia, Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defence (CMI).  Kerjasama ini meliputi pengembangan sistem persenjataan kendaraan tempur atau tank.

Kedua perusahaan sepakat untuk membubuhkan kerja sama ini dalam sebuah Nota Kesepahaman yang ditandatangani di hanggar produksi panser Anoa milik Pindad di Kiara Condong, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. “Kerja sama ini meliputi pengembangan sistem senjata atau turret dari kaliber 25 mm hingga 105 mm. Pada tahap awal, kami akan memproduksi turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm,” kata Direktur Utama Pindad Surdirman Said.

Menurutnya, kesepakatan ini akan membawa dampak positif bagi perseroan. Sebab, kemampuan teknologi Pindad akan makin meningkat, selain tentunya perakitan persenjataan yang selama ini dikembangkan. “Pindad juga akan masuk ke dalam global supply chain pasar turret global. Hal ini karena CMI merupakan pemain turret dengan skala internasional. Banyak keuntungan yang didapat melalui kerja sama ini baik bagi Pindad maupun CMI,” katanya.

Dia menyebutkan, kerja sama ini telah dirintis sejak 10 tahun terakhir. Sudah banyak rangkaian proses yang dilakukan di antara kedua perusahaan seperti pertukaran data, assessment, penjajakan teknologi dan potensi pasar. “Meski CMI dikenal luas di kalangan militer dunia, namun dorongan dari Pindad akan membuat produk-produk CMI lebih kompetitif. Akan terjadi saling kirim engineer untuk belajar sehingga terjadi transfer teknologi,” ucapnya.

Executive Vice President CMI James Caudle mengatakan, pihaknya telah lama hadir di lingkungan alutsista TNI melalui brand Cockerill yang menjadi bagian dari perlengkapan persenjataan Angkatan Darat. “Saya percaya, melalui kerja sama ini akan meningkatkan potensi besar Indonesia dalam dunia sistem persenjataan. Hal ini juga untuk mendukung ketahanan nasional yang tangguh. Kami akan menjadi pintu bagi Pindad untuk masuk ke pasar dunia,” jelasnya.

Kerja sama yang dilakukan Pindad dengan pemain besar industri pertahanan dunia tidak hanya dengan CMI. Selain CMI, Pindad juga bekerja sama di antaranya dengan Rheinmetall Denel Munition (RDM) dalam pengembangan amunisi kaliber besar. Pindad melakukan kerja sama ini untuk membangun kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi bagi Pindad untuk menyiapkan diri masuk dalam global supply chain industri pertahanan dunia. (snd/ram)