Pilot Merpati Mulai Angkat Kaki

Pilot Merpati Mulai Angkat Kaki

Tak kunjung menerima hak-hak normatif sejak November 2013, satu per satu pilot Merpati Nusantara Airlines (MNA) hengkang dari maskapai yang melayani rute perintis itu.

“Jumlah pilot saat ini ada 178. Dari jumlah itu mungkin sudah lebih dari 50 orang yang keluar,” kata Ketua Asosiasi Pilot Merpati, Capt RD Sardjito S, di Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Sebagai informasi, sejak November 2013 manajemen Merpati belum memenuhi hak karyawan termasuk pilot, seperti gaji, sisa THR 2013, UMTL, pesangon bagi yang purnatugas, serta Jamsostek.

Sardjito menuturkan, selaku ketua APM ia tak bisa mencegah para pilot keluar meninggalkan maskapai pelat merah yang terlilit utang lebih dari Rp 6 triliun itu.

“Saya benar-benar sedih. Tapi kami tidak bisa mencegah karena mereka butuh hidup. Kami yang punya rumah terpaksa keluar, karena tidak bisa menggantungkan hidup lagi di sini,” kata dia.

Ia menegaskan, harapan pilot Merpati cukup sederhana, hak-hak normatif dibayarkan. “Dana bantuan. Kalau Merpati harus hidup dengan kondisi sekarang, tanpa dana bantuan, tidak mungkin bisa,” ujarnya.

Pilot yang lain Rizki B Juzar mengatakan, memang ada pilot Merpati yang mengundurkan diri. Namun, dari sekitar 50 orang itu, baru separuhnya saja yang benar-benar mengundurkan diri. “Yang sekitar separuhnya baru apply di maskapai lain,” kata pria yang telah 21 tahun lebih menerbangkan Merpati itu. (kom/bh)