Pilkada Serentak, Bawaslu Gandeng KPK dan PPATK

bawaslu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggandeng KPK dan PPATK dalam lakukan pengawasan Pilkada serentak. Pada tahun 2015 ini, Pilkada serentak akan digelar di 269 daerah. “Kami tidak bisa tegur lembaga penyiaran, maka digandeng KPI. Kami tidak bisa sadap seseorang, maka KPK yang kita ajak kerjasama. Lalu periksa rekening orang dan alur transaksi, maka diajaklah PPATK,” kata anggota Bawaslu Nasrullah, di Jakarta, Kamis (9/4/2015). ‎”Kita hadirkan KPK, PPATK, bukan maksud menakut-nakuti,” tegas dia.

‎Nasrullah menuturkan, bila koordinasi antara Bawaslu dan institusi dalam bidang pengawasan pemilu berjalan baik, maka kecurangan-kecurangan akan jauh terminimalisir. Sebab, ia yakin tidak ada kandidat kepala daerah yang mau ditangkap KPK. “Kalau bagus tata kelola, maka orang tak mau ditangkap sama KPK. Kalau besok Bawaslu minta KPK buat sadap semua aktor pemilu, penyelenggaranya, pemerintah daerah yang ikut bermain untuk memobilisasi PNS atau manfaatkan BOS, bisa terminimalisir kecurangan,” ungkap Nasrullah.

Meski demikian, Nasrullah mengakui hal tersebut sulit dilakukan. Sebab, Bawaslu dan masing-masing institusi memiliki tugas sendiri dan bukan fokus utama mereka mengurusi pemilu. “Tapi integrasikan agak sulit.‎ Kami sadar lembaga lain tidak fokus pada pemilu saja, karena mereka ada tugas sendiri,” ungkap Nasrullah. (lp6)