Pilihan Bahan Berkualitas Meracik Kopi Tarik

Pilihan Bahan Berkualitas Meracik Kopi Tarik

Pelatihan meracik kopi tarik di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan food & beverage Pejuang Muda Surabaya mengajarkan tips dan trik meracik kopi tarik. Kopi yang diminati banyak orang, baik kalangan muda maupun tua.

Soni Kasehung, mentor Pejuang Muda, menjelaskan resep kopi tarik ini berasal dari Aceh. Untuk membuatnya, teknik yang digunakan manual brew dengan menggunakan saringan kain dan bahan asli biji kopi Aceh.

“Resep ini diketahui sejak zaman kolonial Belanda. Karena, pada dalam sejarahnya yang mengembangkan resep minuman kopi adalah bangsa Melayu, yaitu cikal-bakal Bangsa Indonesia,” katanya ditemui di Kaza City Mall, Sabtu (24/8/2019).

Soni menuturkan, bahan-bahan yang digunakan juga sederhana. Seperti biji kopi Aceh, baik itu biji kopi jenis Robusta maupun Arabika. Semua bisa pakai sesuai selera.

“Untuk campurannya, menggunakan bahan susu cair dan gula aren. Namun, bisa juga kita ganti dengan gula cair,” terangnya.

Soni lalu menerangkan cara membuatnya. Siapkan biji kopi aceh yang sudah melalui proses sangrai. Lalu haluskan biji kopi. Bisa dengan cara manual maupun bantuan alat otomatis. Setelah itu, seduh kopi dengan air panas.

“Untuk suhunya sesuaikan dengan selera, antara 80-100 derajat. Setelah itu campurkan dengan bahan susu dan gula,” papar staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Untuk mencampurnya, imbuh Soni, bisa menggunakan teknik menarik layaknya kita buat teh tarik dengan bantuan dua gelas. Bisa juga dengan menggunakan bantuan alat shaker. “Yang terpenting kualitas bahan dan komposisinya,” cetus dia.

Soni menambahkan, jika ingin berbeda bisa gunakan teknik tarik dengan bantuan dua gelas. “Jika kita ingin menarik perhatian, kita bisa gunakan teknik tersebut, sehingga para pelanggan bisa melihat langsung proses pembuatannya,” tegasnya.

Soni mengatakan jika kopi tarik punya nilai ekonomi tinggi. Untuk bahan-bahan berkualitas seperti biji kopi Aceh, per gelas bisa dibandrol Rp 15 ribu. Sedangkan untuk jenis biji kopi lain, seperti biji kopi luwak, nilainya bisa sampai puluhan hingga ratusa ribu per gelasnya.

“Harganya kita sesuaikan kualitas bahan. Makin bagus bahan yang kita gunakan makin tinggi nilai ekonominya,” jabarnya. (wh)