Pileg, Pelabuhan Tanjung Perak Stop Operasi Satu Shift

Pileg, Pelabuhan Tanjung Perak Stop Operasi Satu Shift

Pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 pada 9 April, berdampak besar bagi perdagangan domestik maupun internasional. Pasalnya, Pelabuhan Tanjung yang menjadi hub pelabuhan dari dan menuju Indonesia Timur bakal menghentikan operasional. Namun stop operasi itu tidak sepenuhnya berhenti total, diperkirakan hanya stop operasi satu shift.

Seperti disampaikan Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III, Edi Priyanto tentang stop operasi selama pileg. ”Sepertinya berhenti satu shift karena banyak industri yang tergantung pada aktivitas bongkar muat di Tanjung Perak,” jelas dia, Minggu (6/4/2014).

Edi menjelaskan, penghentian operasi ini berdasarkan surat edaran yang diterbitkan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak belum lama ini. Isi surat edaran itu meminta Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau Pelindo III menghentikan sementara operasi dari pukul 08.00-16.00 WIB.

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak I Nyoman Gede Syahputra membenarkan libur diberikan satu shift. “Sudah kita kirim edaran kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau Pelindo. Prinsipnya libur aktivitas kita beri pada satu shift, mulai pukul 08.00 hingga 16.00,” tegasnya

OP akan menindak tegas bila ada pihak-pihak yang melakukan aktivitas sebelum ketentuan yang teglah disepakati. “Ini hajatan nasional dan harus ditaati. Mbok ya dipatuhi, toh tidak setiap hari ada libur nasional,” lanjutnya.

PT Pelabuhan Indonesia III belum bisa memberi informasi manifest (jadwal kedatangan kapal) yang akan sandar pada tanggal 9 April. Supervisor PPSA, Sumantri membenarkan belum bisa memberi manifest saat ini.

”Kemungkinan Senin malam (malam ini) saya menerima manifest. Sebab, banyak kapal yang berangkat Senin pagi atau Selasa pagi. Untuk saat ini kami belum bisa memastikan jumlah dan nama kapal yang hendak sandar Rabu pagi lusa,” jelasnya.(wh)