Piala Dunia, Andik Vermansah Dukung Brasil

 

Piala Dunia, Andik Vermansah Dukung Brasil

Gong Piala Dunia 2014 resmi ditabuh Jum’at (13/6/2014) dinihari nanti. Tuan rumah Brasil bakal mengawali  even empat tahunan itu melawan Kroasia di Sao Paulo. Bagaimana peluang  Brasil? “Saya jagokan Tim Samba menang. Tak hanya pertandingan nanti. Seterusnya dan sampai  mengunci gelar juara Dunia,” tandas Andik Vermansah, arek Bogen Surabaya yang kini merumput di klub Selangor Malaysia.

Pemain yang pernah mendapatkan kostum dari David Beckham ini memang  pendukung berat Neymar dkk. Tak hanya di Piala Dunia saat ini, di edisi sebelumnya, Andik selalu  memberi dukungan pada Brasil. “Setiap Piala Dunia digelar saya selalu dukung Brasil. Apalagi, kali ini mereka akan tampil di rumah sendiri. Tentu, peluang untuk mengunci gelar lebih terbuka,” tukasnya.

Brasil, kata Andik, layak diunggulkan. Apalagi, edisi kali ini  tim ini miliki pelatih dan materi yang hebat. Scolari yang menjadi arsitek tim dikenal dengan sepakbola pragmatis. Dimana hasil akhir lebih penting dibanding proses. Percuma Brasil tampilkan sepakbola indah bila akhirnya harus kalah. Prinsip ini didukung dengan materi yang sebagian besar berisikan pemain muda. Ya, tim Brasil merupakan kombinasi pemain-pemain berpengalaman di lini belakang dan lini depan  diisi dengan para pemain muda yang haus gol. Racikan ini juga sudah terbukti saat Brasil mampu keluar sebagai juara Piala Konfederasi tahun lalu.

Lawan yang harus  diwaspadai Brasil  yang bisa gagalkan ambisi ini, menurut Andik adalah Spanyol dan Argentina. Spanyol merupakan juara bertahan. Sepakbola tiki taka yang diperagakan terbukti mampu menjadikan  tim ini berada di peringkat pertama FIFA. Sedangkan Argentina, semua tahu  bagaimana  ketatnya  rivalitas dengan Brasil.

Meski begitu, Andik menilai kunci sukses Brasil tetap tergantung pada pertandingan perdana dinihari nanti. Kemenangan akan menambah kepercayaan diri dan mental tanding para pemain menyambut pertandingan berikutnya. “Sepanjang yang saya alami, laga perdana itu selalu tak mudah. Apalagi harus bertanding di depan pendukung sendiri,” pungkasnya. (ram)