PGN Jatim Bidik 2500 Pelanggan

PGN Jatim Bidik 2500 Pelanggan

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Jatim merivisi target pecapaian pelanggan. Ini sebagai upaya  menyukseskan program PGN Sayang Ibu dengan target satu juta pelanggan secara nasional.

Manager Humas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Krisdyan Widagdo mengatakan merevisi jumlah pelanggan yang dialiri gas di rumah tangga. Jika diawal tahun rencana awal mentargetkan 900 pelanggan, kali ini naik menjadi 2000 hingga 2.500 pelanggan selama kurun waktu tahun 2014.

“Kita ada revisi target pelanggan, kalau awal tahun 900 pelanggan sekarang dinaikan menjadi 2000 hingga 2.500 pelanggan, pencapaian selama tahun 2014 nanti,” kata Krisdyan Widagdo, di Surabaya,Senin(7/4/2014).

Widagdo menjelaskan penyambungan  gas RT ini akan selalu mengikuti pengembangan jaringan pipa gas industri. Saat ini, PGN Jatim tengah melakukan pembangunan jaringan pipa transmisi ke wilayah utara, dari Gresik ke Tuban. Tahap awal, pembangunan jaringan pipa transmisi tersebut akan dibangun sepanjang 20 kilometer dari Gresik hingga Tuban.

“Penyambungan pipa gas ke pelanggan RT ini akan terus dilakukan seiring dengan penambahan jaringan pipa. Untuk detailnya dimana saja, kami sedang membahasnya,” jelas Widagdo.

Ia mengakui PGN Jatim akan terus berkomitmen melakukan percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi. Hingga saat ini, total pelanggan PGN Jatim di sektor rumah tangga menduduki peringkat terbesar, mencapai 13.131 pelanggan, dengan perincian di Surabaya mencapai 9.844 pelanggan dan Sidoarjo 3.212 pelanggan. Dengan penambahan tersebut, diharapkan pada akhir 2014 total jumlah pelanggan gas RT mencapai 15.631 pelanggan.

Sementara it,  Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso menambahkan bahwa Program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga. “Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat. Sebagai energi baik, gas bumi sangat aman, murah dan ramah lingkungan, sangat cocok untuk energi keluarga Indonesia,” kata Hendi.

Hendi mengaskan selama puluhan tahun PGN Jatim beroperasi, belum pernah ada laporan mengenai kecelakaan yang terjadi pada pelanggan rumah tangga.Dari sisi harga, gas bumi PGN lebih terjangkau.

Sebagai perbandingan, sebuah rumah tangga yang menggunakan satu tabung elpiji 12 kilogram dengan harga sekitar Rp 100.000, bila menggunakan gas bumi PGN hanya membayar kurang lebih Rp 40.000. Dengan penghematan tersebut, maka industri rumahan juga akan sangat tertolong dan berkembang. Selain itu gas bumi juga produk nasional dari dalam perut bumi Indonesia. Ini berbeda dengan elpiji yang sebagian besar masih diimpor.

Rumah tangga adalah pelanggan terbesar PGN. Saat ini PGN melayani sekitar 100 ribu pelanggan rumah tangga. Dalam rangka program pemasangan satu juta unit rumah tangga itu, tahun ini PGN mengidentifikasi penambahan sekitar 10 ribu sambungan baru di wilayah Jabodetabek.

Jumlah tersebut bisa bertambah secara signifikan apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan PGN mempercepat penyediaan infrastrukturnya. Mulai dari masyarakat, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, baik itu dalam hal kemudahan perijinan maupun kepastian alokasi gas bumi.

“Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi katalis utama bagi percepatan pemerataan penggunaan gas bumi bagi masyarakat,” tegas Hendi Prio Santoso.(ram)