PGN Buka Sambungan 31 Pelanggan Baru di Jatim

 

PGN Buka Sambungan 31 Pelanggan Baru di Jatim

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus berkomitmen melakukan percepatan konversi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bumi. Tahun ini, perusahaan plat merah ini telah berhasil melakukan penyambungan ke-31 pelanggan baru di wilayah Jatim dengan total konsumsi 2,4 juta meter kaki kubik per hari (mmscfd).

General Manager PT PGN SBU II Wahyudi Anas mengatakan, ke-31 pelanggan tersebut tersebar di daerah Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Pasuruan. Langkah ini menurutnya sebagai penetrasi pasar yang ada di sekitar jaringan pipa eksisting atau yang sudah terbangun. Dan untuk mengalirkan gas ke-31 pelanggan itu, PGN telah membangun lebih dari 2.500 meter jaringan koneksi dari jaringan eksisting terdekat dengan rata-rata pipa ukuran 4 inchi. 

“Ada yang sudah tersalur sejak Juli kemarin ada juga yang masih dalam proses. Tetapi kami memastikan seluruhnya akan teraliri gas di akhir tahun ini dengan konsumsi sebesar 2,4 mmscfd. Volume tersebut setara dengan konsumsi solar sebanyak 25.000 kilo liter per bulan. Sehingga mereka bisa melakukan penghematan sebesar Rp 180 miliar per tahun,” ujar Wahyudi Anas, usai acara perjanjian jual beli gas dengan calon pelanggan PGN SBU II 2014 di Novotel Surabaya, Rabu (24/9/2014).

Upaya percepatan tersebut diharapkan bisa membantu industri dalam negeri untuk melakukan efisiensi guna meningkatkan daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 mendatang.

Hingga pertengahan 2014, total pelanggan industri dan komersial yang telah menggunakan gas bumi di wilayah Jatim mencapai 367 pelanggan. Dengan adanya penambahan sebanyak 31 pelanggan, hingga akhir 2014 total pelanggan industri akan mencapai 428 pelanggan. Sementara konsumsi gas bumi Jatim saat ini mencapai 133,6 mmscfd, setara dengan 3.800 kiloliter solar. 

“Melalui konversi ke gas bumi, Jatim telah menghemat biaya konsumsi energi sebesar Rp 420 miliar per bulan atau setara Rp 5,04 triliun per tahun. Dan kami akan terus melakukan penetrasi pasar baik yang ada di sisi jaringan eksisting ataupun di daerah lain dengan melakukan pembangunan pipa baru,” katanya.

Saat ini, ujar Wahyudi, PGN SBU II telah mengoperasikan 770 kilometer pipa distribusi dan mengalirkan ke lebih dari 13.147 pelanggan industri, komersial, UMKM dan rumah tangga. Sebagai upaya penetrasi pasar baru, saat ini PGN juga tengah melakukan pembangunan jaringan pipa distribusi gas dari Mojokerto hingga Jombang sepanjang 27 km dan dari Gejayan hingga Purwosari Pasuruan sepanjang 15 km yang ditargetkan selesai pada 2015. Sementara untuk pembangunan jaringan pipa distribusi dari Gresik hingga Lamongan juga masih dalam proses. PGN juga telah merencanakan untuk menyasar pasar Kediri dengan membangun jaringan pipa disana. 

Pada kesempatan yang sama, Owner PT Sanda Permai Abadi, David Suwondo mengatakan, dengan menggunakan gas, biaya produksi memang cukup efisien. Menurut pengakuannya, sejak 10 tahun yang lalu ia sudah menggunakan gas bumi di perusahaan teksilnya yang ada di daerah Kletek Sidoarjo. Jika dibanding menggunakan solar, efisiensinya bisa mencapai 50%. 

“Dalam satu bulan, dengan konsumsi gas sebesar 100.000 meter kubik, biaya yang harus saya keluarkan hanya dikisaran Rp100 juta. Sementara kalau menggunakan solar dengan harga Rp 9.000 per liter, biayanya bisa dua kali lipat lebih. Makanya saya memutuskan untuk menggunakan gas di perusahaan baru kami yang ada di Balong Bendo, Sidoarjo dengan konsumsi gas sekitar 200.000 meter kubik,” ujar Suwondo. (wh)