PGN Alokasikan CSR Rp 4,465 buat Pendidikan

PGN Alokasikan CSR Rp 4,465 buat Pendidikan

Upaya PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terus ditingkatkan. Setidaknya dalam rangka Corporate Social Responsibility (CSR) tahun ini, PGN telah mengalokasikan dan Rp 4,465 miliar untuk bantuan pendidik di Mojokerto dan Pasuruan.

Bantuan diberikan kepada 7 sekolah, dimana tiga diantaranya di Mojokerto, yaitu  SMPN I Gedeg Mojokerto, SMPN I Bangsal Mojokerto dan SMPN 2 Gedeg. Sedangkan untuk Pasuruan bantuan diberikan kepada SDN Semare Kraton, SDN Cobanjoyo Kejayan, SDN Sebandung Purwosari dan Madrasah Diniyah Al Masyhuri Purwosari.

Direktur Keuangan PT PGN, M. Riza Pahlevi mengungkapkan upaya ini sebagai wujud dari komitmen PGN membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan. Secara nasional, ada sekitar 150 sekolah di seluruh Indonesia yang sudah mendapatkan bantuan.

Kita juga memberikan bantuan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa, seperti Universitas Brawijaya, ITS Surabaya, dan Universitas Airlangga,” kata Riza saat dijumpai disela-sela peresmian gedung SMPN 1 Gedeg Mojokerto, Rabu (18/6/2014)

Secara umum, dana CSR ini dibagi di 7 sektor. Untuk sektor pendidikan, alokasi dana mencapai sekitar 30% hingga 40%. “Selain pembangunan infrastruktur, ada beasiswa bagi mahasiswa, bantu peningkatan kompetemnsi guru dan lain sebagainya,” tambah Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT PGN Enik Indriastuti.

Hingga saat ini, total dana yang sudah dikucurkan PGN untuk dana CSR di seluruh Indonesia sudah mencapai Rp 100 miliar. Hingga akhir 2014, diperkirakan pengucuran dana akan mencapai Rp160 miliar, naik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp90 miliar.

General Manager PT PGN SBU II, Wahyudi Anas mengatakan, dalam merealisasikan program Bina Lingkungan ini PGN telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten terkait untuk mendapatkan mana saja sekolah yang membutuhkan bantuan.

“Sebenarnya yang diajukan oleh dinas terkait lebih banyak. Tetapi kami melakukan seleksi mana sekolah yang mendesak untuk dibantu,” kata Wahyudi. Di Mojokerto, hanya tiga sekolah dari tujuh sekolah yang mengajuakn bantuan. Sedangkan di Pasuruan empat sekolah dari sepuluh sekolah yang mengajukan.(wh)