Petrokimia Gresik Dapatkan Kredit Rp 1,3 T dari BRI

Petrokimia Perbanyak Stok Antisipasi Rendahnya Serapan Pupuk
Petrokimia Perbanyak Stok Antisipasi Rendahnya Serapan Pupuk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp1,3 triliun kepada PT Petrokimia Gresik.  Komitmen ini dilakukan melalui penandatanganan akad kredit yang dilakukan oleh Direktur UMKM BRI Mohammad Irfan bersama dengan Direktur Utama Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman di Jakarta.

Corporate Secretary BRI Budi Satria mengatakan pemberian fasilitas pinjaman BRI kepada Petrokimia Gresik merupakan wujud kerjasama sinergi BUMN untuk membangun ketahanan pangan secara nasional.

Pinjaman berupa kredit investasi tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk Petrokimia Gresik dengan membangun pabrik baru.  Lebih rinci, fasilitas sebesar Rp1,3 triliun ini terdiri dari kredit investasi Rp1 triliun yang digunakan untuk membangun pabrik Amoniak dan Urea (Amurea) II dengan jangka waktu 10 tahun,grass period3 tahun, dan bunga Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) 3 bulan plus 2,7 persen.

Sementara sisanya sekitar Rp300 miliar digunakan untuk kredit investasi membangun kembali (revitalisasi) Intalasi Penjernihan Air (IPA) Gunungsari dengan jangka waktu 4 tahun 6 bulan,grass period1 tahun, dan dan bunga JIBOR 3 bulan plus 2,7 persen.

Selain itu, kedua kredit investasi tersebut disertai dengan fasilitas lindung nilai (hedging) berupaforeign exchange(forex)lineatau fasilitas yang digunakan untuk kebutuhan transaksi valas sebesar USD135 juta dengan jangka waktu 2 tahun.

Direktur BRI Muhammad Irfan mengatakan pemberian fasilitas kepada Petrokimia Gresik ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Per September ini, fasilitas pendanaan kepada produsen pupuk PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebesar Rp13,4 triliun.

Dari total tersebut, sebesar Rp4,3 merupakan portofolio kredit yang diberikan ke Petrokimia Gresik dan anak usaha.  Direktur Utama Petrokomia gresik Hidayat Nyakman mengatakan dana pinjaman kepada BRI ini bakal digunakan untuk melengkapi dana proyek yang masih kurang, yaitu untuk pembangunan pabrik Amurea II dan revitalisasi IPA Gunungsari. (bns)