Petinju Manny Pacquiao Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Mati Mary Jane

Petinju Manny Pacquiao  Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Mati Mary Jane
Petinju Filipina Manny Pacquiao. sumber foto: mp8.ph

Di tengah persiapannya jelang menghadapi Floyd Mayweather Jr yang tinggal menghitung hari, petinju Filipina Manny Pacquiao turut memberikan perhatian terhadap rencana eksekusi mati yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap salah seorang warga Filipina, Mary Jane Veloso.

Melalui video call di GMA News TV, Manny Pacquiao memohon kepada Presiden RI Joko Widodo untuk memberikan kesempatan hidup pada Mary Jane yang rencananya akan dieksekusi pada hari Selasa (28/4/2015). “Mewakili seluruh rakyat Filipina, saya memohon dan mengetuk pintu hatimu yang baik agar Yang Mulia mau memberikan grasi kepada Veloso dan menyelamatkan nyawanya dari eksekusi mati,” katanya.

“Pada tanggal 2 Mei, saya akan berjuang di Las Vegas, Nevada, melawan Floyd Mayweather, yang dianggap pertarungan abad ini. Ini akan menjadi semangat besar, jika saya bisa menyelamatkan kehidupannya.”

Satu jam setelah kemunculan Manny Pacquiao, ibunda Mary Jane, Celia muncul di salah satu stasiun radio meminta intervensi juara dunia kelas welter WBO itu untuk menyelamatkan anaknya. “Manny, tolong selamatkan putri saya. Saya mohon berbicaralah. Ucapan Anda akan memberikan bantuan karena Anda sangat populer di Indonesia.”

Mary Jane Fiesta Veloso ditangkap di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta tahun 2010 silam. Ia kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin. Atas kasus ini, ia divonis hakim Pengadilan Negeri Sleman hukuman mati. Mary sempat mengajukan pengampunan, namun permohonan grasi yang diajukannya telah ditolak oleh Presiden melalui Keppres Nomor 31/G tertanggal 31 Desember 2014.(bst)