Petinggi Mitsubishi Corp Temui Presiden SBY

 

Petinggi Mitsubishi Corp Temui Presiden SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima delegasi petinggi Mitsubishi Corp di Kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/9/2014).

Delegasi Mitsubishi yang terdiri dari antara lain Koordinator Regional dan Penasehat untuk Indonesia Masataka Komiya, Wakil Presiden Senior, Pimpinan Regional Indonesia Junichi Iseda, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Noboru Tsuji dan Kepala Perwakilan di Jakarta Takuo Umemura itu dipimpin oleh Ketua Kehormatan, Penasehat Senior Dewan Mikio Sasaki.

Sedangkan Presiden Yudhoyono didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar dan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Dalam kesempatan itu, Sasaki mengungkapkan pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia.

Mitsubishi, menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, sejak 2006 telah menanam investasi tujuh miliar dolar AS di berbagai sektor, baik sumber daya alam, infrastruktur maupun untuk pasar konsumen.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pimpinan Mitsubishi menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Yudhoyono selama sepuluh tahun dan peningkatan investasinya di Indonesia.

“Mitsubishi Corporation di Jepang maupun Jakarta ingin menyampaikan secara keseluruhan bahwa di bawah SBY 10 tahun ini mereka dapatkan manfaat yang luar biasa besar dalam hal investasi, perdagangan, bisnis dan lain-lain. Oleh karena itu, mereka ingin mengucapkan terima kasih pada Presiden,” kata Julian.

Ia menambahkan, Mitsubishi tetap berkomitmen terhadap peningkatan nilai investasi, perdagangan, dan kerja sama ekonomi lainnya.

Sementara itu, sebelumnya Presiden meninjau fasilitas di BNPT dan BNPB yang terletak di kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia tersebut. (ant/wh)