Petinggi Jatim Teken MoU Tiga Pilar Antisipasi ISIS

Petinggi Jatim Teken MoU Tiga Pilar Antisipasi ISIS
Para petimggi Jatim usai penandatanganan bersama mengantisipasi ISIS. Foto: Umar Alif/enciety.co

Penandatanganan MoU tiga pilar untuk mengantisipasi gerakan radikal State Iraq and Syria (ISIS) dihelat di Airlangga Convention Centre Kampus Unair Mulyorejo, Surabaya, Selasa (21/4/2015).

Dalam acara tersebut, hadir Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko yang menandatangani MoU tiga pilar untuk mengantisipasi gerakan radikal ISIS.

Ketiga pilar itu yakni kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Acara tersebut juga dihadiri kapolres dan dandim jajaran, danrem, serta bupati dan walikota se Jawa Timur, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat seluruh daerah kabupaten dan kota.

“Dengan mengedepankan ujung tombak di daerah seperti perangkat desa tersebut dapat menangkal tumbuhnya gerakan ISIS. Kami rasa persoalan-persoalan bisa diatasi,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf di sela-sela acara.

Dengan menggenjot tiga pilar tersebut bertujuan untuk memberikan rasa manfaat bagi masyarakat.”Semuanya dalam rangka bersinergi dan saya rasa masing-masing punya tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang jelas, dan ujungnya bagaimana kita memiliki kekuatan dan kemampuan serta ketahanan dalam rangka mengantisipasi setiap gejolak yang akan terjadi,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menambahkan, sinergi tiga pilar ini bukan memerangi kelembagaan ISIS, tapi juga isi dari radikalisme yang menjadi permasalahan serius.

“Bisa saja namanya berganti yang lain, tetapi radikalisme seperti itu akan merusak terhadap proses pembangunan dan mensejahterakan masyarakat. Dan ini yang kita lakukan untuk meningkatkan sense of crisis terhadap permasalahan itu,” tutur Soekarwo.

Sedangkan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko menambahkan, seluruh babinsa bersama bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk memantau pergerakan ISIS.

“Dengan menangkal sejak dini, maka gerakan radikal tersebut akan dapat padam sendiri,” kata Mayjen TNI Eko. (wh)