Petani Korban Kelud Butuh Bantuan Modal

Petani Korban Kelud Butuh Bantuan Modal

 

Para petani yang tanamannya terkena dampak letusan Gunung Kelud membutuhkan bantuan modal awal dan bimbingan teknis untuk memulai usaha taninya kembali.

Banyak petani, khususnya petani hortikultura, menggunakan fasilitas pinjaman modal dari bank melalui program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE).

Demikian laporan Hasil Kajian Cepat Dampak Erupsi Gunung Kelud yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, seperti disampaikan Kepala Balitbang Pertanian Kementan Haryono di Jakarta, Minggu (23/2/2014),

Kajian cepat dilakukan di empat kabupaten/kota yang terkena dampak parah letusan Gunung Kelud, yaitu Kabupaten Kediri, Malang, Blitar, dan Kota Batu. Kajian dilakukan sejak 18 Februari sampai 23 Februari 2014 oleh lembaga di bawah Balitbang Pertanian, terdiri dari Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, serta Loka Penelitian Sapi Potong.

Selain itu, Tim Sumber Daya Lahan dari Balai Besar Penelitian Sumber Daya Lahan dan Tim Pusat juga melakukan survei komprehensif pada periode sama.

”Laporan kajian cepat secara komprehensif sedang disusun dan akan digunakan sebagai bahan masukan untuk penyusunan program pemulihan oleh Kementan, pemda, atau dinas provinsi dan pemda/dinas kabupaten terkait dampak letusan Kelud,” ujarnya.

Hasil kajian akan dijadikan sebagai basis pengambilan kebijakan Kementan serta pemda tingkat provinsi dan kabupaten terkait dampak erupsi bagi pertanian setempat.

Haryono mengungkapkan, akibat letusan Gunung Kelud, bantuan teknis pengolahan lahan dan budidaya pasca erupsi berupa bimbingan dari peneliti/penyuluh dan instansi terkait sangat diperlukan. (kps/bh)