1,1 Juta Petani Jatim Beralih ke Industri Manufaktur

1,1 Juta Petani Jatim Beralih ke Industri Manufaktur

Produksi industri manufaktur mikro dan kecil Jatim pada 2013 makin menggeliat. Pertumbuhan produksinya naik 8,98 persen (yoy) dibandingkan pada 2012. Jenis-jenis industri yang pertumbuhannya tertinggi adalah sektor industri peralatan listrik sebesar 18,43 persen, bahan kimia dan barang dari bahan kimia 16,58 persen, industri barang logam bukan mesin dan peralatannya naik 12,95 persen.

Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah mengatakan, kondisi tersebut membuktikan bahwa industri mikro kecil Jawa Timur terus bertumbuh. Ini melampaui angka pertumbuhan industri besar dan sedang yang sebesar 5,85 persen saja. “Ini menggembirakan, karena berarti perekonomian masyarakat Jatim membaik,” ujarnya.

Sairi mengungkapkan, meningkatnya pertumbuhan produksi manufaktur mikro dan kecil ditengarai akibat lahan pertanian yang menyusut. Pria berambut putih itu tak menampik, jumlah petani Jatim menurun dari angka 6 juta menjadi 4,9 juta tahun 2013. “Kemungkinan besar mereka lari ke sektor non-farm,” ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur terjadi pada triwulan IV- 2013 (yoy) mengalami kenaikan 4,80 persen dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV tahun 2012. Namun bila dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Indonesia, perolehan Jatim naik 5,18 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Jatim pun pada triwulan IV tahun 2013 lebih rendah 0,38 poin.

Untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan IV- 2013 (q to q) mengalami kenaikan1,72 persen. Namun pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III lebih besar dibandingkan kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan IV. Yaitu naik sebesar 5,91 persen.

Ini artinya, pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil JawaTimur memang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Indonesia yang hanya mengalami kenaikan 1,58 persen.(wh)