Petani Garam Pakal Belum Bisa Produksi Akibat Banjir

Petani Garam Pakal Belum Bisa Produksi Akibat Banjir
Tambak garam di Kecamatan Pakal masih terendam banjir dan belum bisa produksi.

Produksi garam dari petani di Kecamatan Pakal, Surabaya masih terhambat. Para petani hingga kini masih belum bisa mengolah tambak garamnya lantaran banjir yang menggenangi kawasan itu.

Badriyah, salah seorang pemilik tambak garam di Pakal, mengatakan dirinya kini telah memulangkan para pekerjanya terlebih dahulu. “Dalam tiga bulan ini kami belum bisa berproduksi mengolah tambak garam,” ujar dia kepada enciety.co, Rabu (4/3/2015).

Apalagi, menurut wanita paro baya ini, tambak garam miliknya yang berada di depan Gelora Bung Tomo (GBT) dilanda banjir kiriman dari Kabupaten Gresik. Ia masih harus menunggu kurang sebulan lagi agar tambak garam miliknya bisa berproduksi kembali.

Untuk menghemat biaya pengeluaran, para pekerjanya dipulangkan terlebih dahulu di desa asalnya yang kebanyakan berasal dari pulau Madura.

“Kalau tidak produksi, para pekerja saya suruh pulang dulu. Kalau sudah bisa dipakai tambaknya baru para pekerja kembali untuk bekerja. Ini untuk memangkas biaya produksi,” tuturnya.

Untungnya, Badriyah masih mempunyai garam yang disimpan di gudang miliknya untuk dikirimkan ke pabrik-pabrik guna diproduksi menjadi garam dapur.

Ia telah menggenjot produksi tambaknya menjadi garam dan menyimpan hasilnya hingga hampir tiga gusang di kecamatan Pakal.

“Kami telah mempelajari daerah sini. Jadi ketika musim penghujan dan banjir datang kami telah siap,” pungkasnya. (wh)