Petakan Investasi, BKPPM Surabaya Gelar Survei Pelaku Usaha 2016

Petakan Investasi, BKPPM Surabaya Gelar Survei Pelaku Usaha 2016

Untuk melihat potensi usaha yang ada di Kota Surabaya, Badan Koordinasi Pelayanan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya menggelar Survei Pelaku Usaha bagi seluruh pelaku usaha dalam berbagai sektor baik usaha kecil mikro, menengah hingga besar yang ada di Kota Surabaya.

Eko Agus Supriyadi, Kepala Badan Koordinasi Pelayanan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya, mengatakan, jika kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret Hingga 30 Oktober 2016.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendata pelaku usaha untuk mendapatkan peta persebaran pelaku usaha di Kota Surabaya. Selain itu, hasil dari data tersebut nantinya dijadikan pertimbangan bagi penyusunan kebijakan terkait investasi di Kota Surabaya,” ungkap dia, Rabu, (16/3/2016).

Ia mengimbuhkan, jika ada 5 keuntuungan yang didapatkan oleh para pelaku usaha yang mengikuti survei pelaku usaha tersebut. Pertama adalah sebagai media mengenalkan usaha yang mereka tekuni, kedua adalah sebagai penjaringan aspirasi bagi mereka agar menjadi pertimbangan kebijakan investasi di wilayah Surabaya.

“Yang ketiga adalah hal tersebut dapat meningkatkan investasi yang ada di Kota Surabaya. Karena dengan kegiatan teersebut, para pelaku usaha dapat bertukar informasi dan pengalaman dalam mengembangkan usahanya,” papar dia.

Selanjutnya ia menjelaskan poin ke empat, kata dia dengan diadakannya kegiatan tersebut pemerintah dapat pemerataan persebaran pelaku usaha yang ada di Kota Surabaya. “Pada poin terakhir, kegiatan Survei pelaku usaha ini, para pelaku usaha dapat menjadikan kegiatan ini sebagai media promosi bagi usaha atau produk usaha yang mereka hasilkan,” tandas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Budi Prihanto, Kepala Sub Bidang Daya Tarik Investasi  BKPPM Kota Surabaya mengatakan, jika dalam pelaksanaan kegiatan tersebut pihaknya berharap agar para pelaku usaha yang ada di Kota Surabaya dapat membantu jalannya kegiatan tersebut agar dapat berjalan sukses.

“Menuirut data dari Disperindag pada tahun 2009 hingga tahun 2014, julah pelaku usaha yang ada di Kota Surabaya mencapai sekitar 39.000 pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha dengan taraf menengah dan besar. Maka dari itu, untuk mencapai target pada tahun 2016 ini, kami harus benar-benar kerja keras,” ulas dia.

Ia mengimbuhkan, pada tahun 2016 ini, ditargetkan ada sekitar 7.500 pelaku usaha yang dapat didata oleh  BKPPM Kota Surabaya. “Memang kerja kami harus lebih keras dari biasanya, namun kami yakin pada akhir Oktober 2016 mendatang kami dapat menyelesaikan kegiatan survei pelaku usaha tersebut dengan baik,” tutur dia. (wh)